Ø Perkembangan Sebelum Tahun 1960
Perkembangan penginderaan jauh
(PJ) bisa dibedakan kedalam dua tahap yaitu sebelum dan sesudah tahun
1960.Sebelum tahun 1960 masih digunakan foto udara, setelah tahun 1960 sudah
ditambah dengan citra satelit. Perkembangan kamera diperoleh dari percobaan
yang dilakukan pada lebih dari 2.300
tahun yang lalu oleh Aristoteles dengan ditemukannya teknologi Camera Obscura
yang merupakan temuan suatu proyeksi bayangan melalui lubang kecil ke dalam
ruang gelap. Percobaan ini dilanjutkan dari abad ke 13 sampai 19 oleh ilmuwan
seperti Leonardo da Vinci, Levi ben Gerson, Roger Bacon, Daniel Barbara
(penemuan lensa yang dapat dipakai untuk pembesaran pandangan jarak jauh
melalui penggunaan teleskop), Johan Zahr (penemuan cermin), Athanins Kircher,
Johannes Kepler, Robert Boyle, Robert Hooke, William Wollaston dan George Airy.
Pada 1700 AD, mulai ditemukan
proses fotografi, yang pada akhirnya dikembangkan menjadi teknik fotografi
(1822) oleh Daguerre dan Niepce yang dikenal dengan proses Daguerrotype.
Kemudian proses fotografi tersebut berkembang setelah diproduksi rol film yang
terbuat dari bahan gelatin dan silver bromide secara besar-besaran. Kegiatan
seni fotografi menggunakan balon udara yang digunakan untuk membuat fotografi
udara sebuah desa dekat kota Paris berkembang pada tahun 1859 oleh Gaspard
Felix Tournachon. Pada tahun 1895 berkembang teknik foto berwarna dan
berkembang menjadi Kodachrome tahun 1935.Pada 1903 di Jerman, kamera pertama
yang diluncurkan melalui roket yang dimaksudkan untuk melakukan pemotretan
udara dari ketinggian 800 m dan kamera tersebut kembali ke bumi dengan parasut.Foto
udara pertama kali dibuat oleh Wilbur Wright pada tahun 1909.Selama periode
Perang Dunia I, terjadi lonjakan besar dalam penggunaan foto udara untuk
berbagai keperluan antara lain untuk pelacakan dari udara yang dilakukan dengan
pesawat kecil dilengkapi dengan kamera untuk mendapatkan informasi kawasan
militer strategis, juga dalam hal peralatan interpretasi foto udara, kamera dan
film.
Pada tahun 1922,
Taylor dan rekan-rekannya di Naval Research Laboratory USA, berhasil mendeteksi
kapal dan pesawat udara.Pada masa ini Inggris menggunakan foto udara untuk
mendeteksi kapal yang melintas kanal di Inggris guna menghindari serangan
Jerman yang direncanakan pada musim panas tahun 1940. Angkatan Laut Amerika,
pada tanggal 5 Januari 1942 mendirikan Sekolah Interpretasi Foto Udara (Naval
Photographic Interpretation School), bertepatan dengan sebulan penyerangan
Pearl Harbor.Sejak 1920 di Amerika, pemanfaatan foto udara telah berkembang
pesat yang mana banyak digunakan sebagai alat bantu dalam pengelolaan lahan,
pertanian, kehutanan, dan pemetaan penggunaan tanah. Dimulai dari pemanfaatan
foto hitam putih yang pada gilirannya memanfaatkan foto udara berwarna bahkan
juga foto udara infra merah.Selama perang dunia ke II, pemanfaatan foto udara
telah dikembangkan menjadi bagian integral aktifitas militer yang digunakan
untuk pemantauan ketahanan militer dan aktifitas daerah di pasca perang.Pada
masa ini Amerika Serikat, Inggris dan Jerman mengembangkan penginderaan jauh
dengan gelombang infra merah.Sekitar tahun 1936, Sir Robert Watson-Watt dari
Inggris juga mengembangkan sistem radar untuk mendeteksi kapal dengan
mengarahkan sensor radar mendatar ke arah kapal dan untuk mendeteksi pesawat
terbang sensor radar di arahkan ke atas. Panjang gelombang tidak diukur dengan
sentimeter melainkan dengan meter atau desimeter. Pada tahun 1948 dilakukan
percobaan sensor radar pada pesawat terbang yang digunakan untuk mendeteksi
pesawat lain. Radar pertama menghasilkan gambar dengan menggunakan B-Scan,
menghasilkan gambar dengan bentuk segi empat panjang, jarak obyek dari pesawat
digunakan sebagai satu kordinat, kordinat lainnya berupa sudut relatif terhadap
arah pesawat terbang.
Gambar yang
dihasilkan mengalami distorsi besar karena tidak adanya hubungan linier antara
jarak dengan sudut.Distorsi ini baru dapat dikoreksi pada radar Plan Position Indicator
(PPI).PPI ini masih juga terdapat distorsi, tetapi ketelitiannya dapat
disetarakan dengan peta terestrial yang teliti.Radar PPI masih digunakan sampai
sekarang.Radar PPI dan Radar B –Scan antenanya selalu berputar.Pada sekitar
tahun 1950 dikembangkan sistem radar baru yang antenanya tidak berputar yaitu
dipasang tetap di bawah pesawat, oleh karena itu antenanya dapat dibuat lebih
panjang sehingga resolusi spatialnya lebih baik.
Pada periode tahun
1948 hingga tahun 1950, dimulai peluncuran roket V2.Roket tersebut dilengkapi
dengan kamera berukuran kecil.Selama tahun 1950-an, dikembangkan foto udara
infra merah yang digunakan untuk mendeteksi penyakit dan jenis-jenis tanaman.Aplikasi
di bidang militer diawali dengan ide untuk menempatkan satelit observasi
militer pada tahun 1955 melalui proyek SAMOS (Satellite and Missile Observation
System), yang dipercayakan oleh Pentagon kepada perusahaan Lockheed. Satelit
pertama dari proyek ini dilucurkan pada tanggal 31 Januari 1961 dengan tujuan
menggantikan sistem yang terpasang pada pesawat-pesawat pengintai U2 (Hanggono
1998).
Ø Perkembangan Sesudah Tahun 1960.
Perekaman bumi pertama dilakukan
oleh satelit TIROS (Television and Infrared Observation Satellite) pada tahun
1960 yang merupakan satelit meteorologi.Setelah peluncuran satelit itu, NASA
meluncurkan lebih dari 40 satelit meteorologi dan lingkungan dengan setiap kali
diadakan perbaikan kemampuan sensornya.Satelit TIROS ini sepenuhnya didukung
oleh ESSA (Environmental Sciences Services Administration), kemudian berganti
dengan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) pada bulan
Oktober 1970.Seri kedua dari satelit TIROS ini disebut dengan ITOS (Improved
TIROS Operational System).
Sejak saat ini peluncuran manusia
ke angkasa luar dengan kapsul Mercury, Gemini dan Apollo dan lain-lain
digunakan untuk pengambilan foto pemukaan bumi.Sensor multispektral fotografi
S065 yang terpasang pada Apollo-9 (1968) telah memberikan ide pada konfigurasi
spektral satelit ERTS-1 (Earth Resources Technology Satellite), yang akhirnya
menjadi Landsat (Land Satellite).Satelit ini merupakan satelit untuk observasi
sumber daya alam yang diluncurkan pada tanggal 23 Juli 1972. Disusul oleh
generasi berikutnya Landsat 2 diluncurkan pada tanggal 22 Januari 1975 dan
peluncuran Landsat 3 pada tanggal 5 Maret 1978. Perkembangan satelit sumber
daya alam komersial terjadi pada Landsat 4 yang diluncurkan pada tanggal 16
Juli 1982, disusul Landsat 5 yang peluncurannya pada tanggal 1 Maret 1984, dan
Landsat 6 gagal mencapai orbit.
Perkembangan satelit sumber daya
alam tersebut diikuti oleh negara lain, dengan meluncurkan satelit PJ
operasional dengan berbagai misi, teknologi sensor, serta distribusi data
secara komersial, seperti satelit SPOT-1 (Systemme Probatoire d’Observation de la
Terre) oleh Perancis pada tahun 1986 yang diikuti generasi berikutnya, yaitu
SPOT-2, 3, dan 4. Demikian juga dengan dipasangnya sensor radar pada satelit PJ
sebagai penggambaran sensor optik, merupakan peluang yang baik bagi negara
Indonesia, yang wilayahnya tertutup awan sepanjang tahun.
Pada tahun 1986 Heinrich Hertz
melakukan percobaan yang menghasilkan bahwa berbagai obyek metalik dan non
metalik memantulkan tenaga elektromagnetik pada frekwensi 200 MHz yang dekat
dengan gelombang mikro.Percobaan radar pertama kali dilakukan oleh Hulsmeyer
pada tahun 1903 untuk mendeteksi kapal.Satelit PJ radar yang digunakan untuk
mengindera sumber daya di bumi dimulai dengan satelit eksperimen Amerika
Serikat untuk mengindera sumber daya laut Seasat (Sea Satellite) tanggal 27
November 1978, SIR (Shuttle Imaging Radar)-A 12 November 1981, SIR-B tahun
1984, SIR-C tahun 1987. Disusul satelit SAR milik Rusia Cosmos 1870 tahun 1987,
dan beroperasi selama dua tahun, untuk pengumpulan data daratan dan lautan.
Pada saat ini, satelit intelijen
Amerika memiliki kemampuan menghasilkan citra dengan resolusi yang sangat
tinggi, mampu mencapai orde sepuluhan sentimeter.Pada sebuah citra KH-12, mampu
mengambil gambar pada malam hari dengan menggunakan gelombang infra merah yang
sangat berguna untuk mendeteksi sebuah kamuflase atau bahkan dapat melihat jika
seorang serdadu menggunakan topi/helmnya. Selain Amerika negara lain yang
memiliki satelit pengindera bumi dengan resolusi yang sangat tinggi adalah
Rusia dengan KVR 1000 (satelit Yantar Kometa), Perancis dengan Helios-2A dan
Israel dengan Offeq-2.
Selain di bidang militer,
pemerintah Amerika Serikat juga telah memberikan lisensi kepada tiga perusahaan
swasta untuk meluncurkan satelit sipil beresolusi sangat tinggi seperti Orbview
(Orbital Science Corporation), Space Imaging Satellite (Lockheed) dan
Earthwatch (Ball Aerospace). Orbview akan menangani misi Orbview/Baseline yang
akan diluncurkan tahun 1999 yang menawarkan resolusi 1 meter untuk mode
pankromatik dan 4 meter untuk mode multispektral.
Pada pertengahan tahun 1998 ini
juga direncanakan peluncuran satelit Quick Bird yang merupakan satelit penerus
generasi sistem Early Bird. Satelit Quick Bird akan membawa sensor QuickBird
Panchromatic dengan resolusi spatial 1 meter dan QuickBird Multispectral dengan
resolusi 4 meter. Setiap program satelit mempunyai misi khusus mengindera dan
mengamati permukaan bumi, sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan aplikasi yang
menjadi tujuannya.Misi satelit PJ resolusi tinggi sebagian berorientasi untuk
inventarisasi, pantauan, dan penggalian lahan atau daratan, sebagian untuk
mendapatkan informasi kelautan dan lingkungan.Tabel 1 menunjukkan program
satelit PJ operasional mulai dari tahun 1990 sampai menjelang tahun 2000, yang
distribusi datanya bagi masyarakat di seluruh dunia.Data PJ tersebut dapat
dipesan, dibeli, atau diminta melalui operator satelit atau stasiun bumi di
negara atau kawasan setempat.
Istilah Penginderaan
Jauh untuk 20 Negara di Dunia
|
No
|
Nama Negara
|
Istilah
|
|
1
|
Inggris
|
Remote sensing
|
|
2
|
Prancis
|
Teledetecction
|
|
3
|
Turki
|
Uzaktan alginama
|
|
4
|
Albania
|
Larget ndjere
|
|
5
|
Spanyol
|
Teledetecction
|
|
6
|
Vietnam
|
Vien tham
|
|
7
|
Belanda
|
Remote sensing
|
|
8
|
Yunani
|
Mesafeden zondlama
|
|
9
|
Basque
|
Teledetecction
|
|
10
|
Bulgaria
|
Anctihlinohho
|
|
11
|
Portugis
|
De sensoriamento remoto
|
|
12
|
Irlandia
|
Iargulta sensing
|
|
13
|
Filipina
|
Remote sensing
|
|
14
|
Wales
|
Synhwyro oblle
|
|
15
|
Malta
|
Telerilevament
|
|
16
|
Latin
|
Sunsu remotus
|
|
17
|
Katalana
|
Teledetecction
|
|
18
|
Rumania
|
Teledetectie
|
|
19
|
Slowakia
|
Dialkovy prieskum zeme
|
|
20
|
Norsk
|
Fjernmaling
|
DAFTAR PUSTAKA
- Situs Web:
- Misi JPL Situs Web
- JPL
Misi dan Perpustakaan Wahana antariksa
- GSFC
- sebuah divisi dari Columbia Earth Institute di
Columbia University