Selasa, 25 November 2014

MACAM – MACAM SATELIT PENGINDERAAN JAUH

MACAM – MACAM SATELIT PENGINDERAAN JAUH

1.      Satelit IKONOS
Satelit Ikonos-1 semula akan diluncurkan pada tahun 1999 namun gagal. Kemudian satelit Ikonos-2 yang rencananya diluncurkan tahun 2000, namanya diganti menjadi Ikonos dan lalu diluncurkan pada September 1999 untuk menggantikan Ikonos-1. Satelit ini mengorbit melingkar, sinkron matahari, pada ketinggian 681 km, dan kedua sensor mempunyai lebar sapuan 11 km.
Satelit Ikonos-2 telah mengirimkan data komersial sejak awal 2000. Ikonos adalah generasi pertama satelit dengan resolusi spasial tinggi. Sensor Ikonos ada 2 macam, yaitu  pankromatik dan multispektral. Data Ikonos merekam 4 band multispektral pada resolusi 4 meter dan satu band pankromatik dengan resolusi 1 meter. Artinya, Ikonos adalah satelit komersial pertama yang mengirimkan citra satelit berresolusi tinggi mendekati resolusi fotografi udara di seluruh dunia. Panjang gelombang dan resolusi citra Ikonos dinyatakan dalam tabel 2.5.

Tabel 2.5  Karakteristik Satelit Ikonos
Band
Panjang gelombang (µm)
Resolusi (m)
1
0.45-0.52 (biru)
4
2
0.52-0.60 (hijau)
4
3
0.63-0.69 (merah)
4
4
0.76-0.90 (Infrared dekat)
4
PAN
0.45-0.90 (Pankromatik)
1

Data Ikonos dikumpulkan dalam 11 bit per piksel (dengan derajat keabuan 2048). Artinya, terdapat lebih banyak nilai skala keabuan sehingga akan terlihat detail yang lebih rinci dalam citra. Ikonos memiliki instrumen pengamatan dalam lintasan melintang dan memanjang yang memungkinkan perolehan data secara fleksibel dan frekuensi kemampuan mendatangi lagi 3 hari untuk resolusi 1 m dan 1 – 2 hari untuk resolusi 1,5 m.

Data citra Ikonos dapat dipesan dalam 3 jenis citra, yaitu:
a.       Pankromatik dengan resolusi spasial 1 meter. Dapat dikirimkan baik dalam skala keabuan 256 (8 bit) atau skala keabuan 2048 (11 bit)
b.      Multispektral 4 band dengan resolusi spasial 4 meter. Dapat dikirim dalam 4 band terpisah atau dikombinasikan dalam warna asli atau warna palsu (false colour).
c.       Multispektral yang dipertajam dengan pankromatik 1 meter. Hasil dari kombinasi data pankromatik 1 m dan multispektral 4 m. Dikirim dalam warna asli atau warna palsu.

Ketiga jenis citra itu dapat dipesan dalam 5 tingkat ketelitian horizontal, lihat tabel 2.6.
Tabel 2.6  Tingkat Ketelitian Horizontal Produk Ikonos
Produk Ikonos
Ortho rektifikasi
Ketelitian Horizontal 90%
Simpangan baku ket. hor.
Skala
Geo
Tidak
50 meter
~ 25 meter

Reference
Ya
25 meter
11,8 meter
1:50.000
Map
Ya
12 meter
5,7 meter
1:24.000
Pro
Ya
10 meter
4,8 meter
1:12.000
Precision
Ya
4 meter
1,9 meter
1:4.800
Precision Plus

2 meter

1:2.400




1.      Satelit QuickBird

Satelit QuickBird adalah yang pertama dalam konstelasi pesawat ruang angkasa yang DigitalGlobe sedang mengembangkan yang menawarkan sangat, komersial beresolusi tinggi pencitraan yang akurat dari Bumi. global koleksi QuickBird dan multispektral citra pankromatik ini dirancang untuk mendukung aplikasi mulai dari penerbitan peta dan manajemen aset tanah untuk penilaian risiko asuransi.
DigitalGlobe's pesawat ruang angkasa QuickBird mampu menawarkan sub-meter citra resolusi, akurasi geolocational tinggi, dan besar on-board penyimpanan data. Selain itu, kita dapat mengisi dan memperbarui arsip digitalglobe.com kami di kecepatan belum pernah terjadi sebelumnya karena fitur sistem QuickBird's memungkinkan kita untuk secara efisien mengumpulkan lebih dari 75 juta kilometer persegi data citra setiap tahun.
Fitur
Manfaat
Resolusi tinggi
  • 61 cm (2 kaki) pankromatik pada nadir
  • 2,4 m (8 kaki) multispektral pada nadir
Memperoleh berkualitas tinggi untuk penciptaan citra satelit peta, deteksi perubahan, dan analisis citra
gambar akurasi
  • Stable platform untuk mengukur ketepatan lokasi
  • 3-axis stabil, tracker bintang / IRU roda reaksi /, C / A GPS Kode
Geolocate fitur dalam 23 meter (75,5 kaki) dan membuat peta di daerah terpencil tanpa menggunakan titik kontrol tanah
Cepat besar area pengumpulan
  • 16,5 km lebar pencitraan petak
  • Gbits on-board image kapasitas penyimpanan
Kumpulkan persediaan yang lebih besar yang sering diperbarui produk citra global yang lebih cepat dibandingkan sistem yang kompetitif
Tinggi kualitas gambar
  • telescope Off-sumbu unobscured desain teleskop QuickBird's
  • lapangan besar-view
  • Kontras tinggi (MTF)
  • Tinggi rasio sinyal terhadap noise
Memperluas jangkauan target koleksi pencitraan yang sesuai dan meningkatkan interpretasi gambar karena gambar dapat diperoleh di bahkan tingkat cahaya rendah tanpa mengorbankan kualitas gambar

Desain dan Spesifikasi
Informasi Peluncuran
Tanggal: 18 Oktober 2001
Peluncuran Window: 1851-1906 GMT (1451-1506 EDT)
Peluncuran Kendaraan: Delta II
Peluncuran Situs: SLC-2W, Vandenberg Air Force Base, California
Orbit

Ketinggian: 450 km, 98 derajat, kemiringan sun-synchronous
Kembali frekuensi: 2-3 hari, tergantung pada garis lintang
Melihat sudut: angkasa Agile - di-track dan cross-track pointing
Periode: 93.4 menit

Per Orbit Koleksi

 128 gigabits (kira-kira 57 foto daerah tunggal)

Lebar & Ukuran Area
petak lebar: 16,5 kilometer di petak tanah nadir diakses: 544 km berpusat pada jalur tanah satelit (ke ~ 30 ° off-nadir) Wilayah bunga
  • Single Area: 16,5 km x 16,5 km
  • Strip: 16,5 km x 115 km
Metrik Akurasi

23 meter lingkaran kesalahan, kesalahan linier 17 meter (tanpa kontrol tanah)
Resolusi & Bandwidth Spektrum

Pankromatik
  • 61 sentimeter (2 kaki) Ground Sample Distance (GSD) pada nadir
  • Black & White: 445-900 nanometer
     
Multispektral
  • 2.4 meter (8 kaki) GSD di nadir
  • Blue: 450-520 nanometer
  • Hijau: 520-600 nanometer
  • Merah: 630-690 nanometer
  • Near-IR: 760-900 nanometer
Dynamic Range
11-bit per pixel
Komunikasi
Payload Data
  • 320 Mbps X-band

Housekeeping
  • X-band dari 4, 16 dan 256 Kbps
  • 2 Kbps S-band uplink
Pendekatan ADCs
 3-axis stabil, tracker bintang / IRU roda reaksi /, C / A GPS Kode
Menunjuk dan Agility

Ketelitian: kurang dari 0,5 milliradians absolut per sumbu
 Pengetahuan: kurang dari 15 microradians per sumbu
Stabilitas: kurang dari 10 microradians per detik
Penyimpanan onboard
Kapasitas 128 gigabits
Kendaraan angkasa

Diharapkan akhir kehidupan: 2010
£ 2100, 3,04-meter (10 kaki) panjangnya

2.      Satelit ALOS
Jepang merupakan salah satu negara dengan teknologi satelit penginderaan jauh terdepan selain negara maju lainnya seperti Amerika, Kanada, serta konsorsium negara-negara Eropa dengan European Space Agency (ESA).
Di Asia, selain Jepang, negara yang cukup mumpuni dengan teknologi satelit penginderaan jauh adalah China dan India. Sedangkan Brazil menjadi negara dengan penguasaan teknologi satelit penginderaan jauh yang paling menonjol di wilayah Amerika Latin. Jepang menjadi salah satu yang paling inovatif dalam pengembangan teknologi satelit penginderaan jauh setelah diluncurkannya satelit ALOS (Advanced Land Observing Satellite) atau dikenal dengan ’Daichi’ pada tanggal 24 Januari 2006.
Satelit berbobot 4000 kg ini diluncurkan dari pusat peluncuran Tanegashima yang mengorbit dengan ketinggian sekitar 700 km di atas permukaan bumi. Misi ALOS adalah untuk mencari pemecahan masalah lokal (local issue) seperti ketahanan pangan (food security), kelangkaan sumber air, mitigasi bencana dan konservasi keanekaragaman hayati (biodiversity).
Adapun tujuan yang ingin dicapai satelit generasi terbaru produk negeri Sakura ini terdiri dari 5 (lima) yaitu (1). membuat peta (cartography) seluruh wilayah Jepang termasuk negara lainnya di dunia, (2). mengamati pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan harmonisasi antara lingkungan bumi dan perkembangan regional, (3). memonitor bencana (disaster monitoring), (4). melakukan survei sumber daya alam, (5). mengembangkan teknologi yang terkait dengan satelit pengamat bumi masa depan. Karena keragaman target ALOS ini maka dapat dikatakan satelit penginderaan jauh ini punya kemampuan multi-guna.
Spesifikasi ALOS
ALOS mempunyai tiga instrumen yaitu PRISM (Panchromatic Remote Sensing Instrument for Stereo Mapping) untuk pemetaan dijital elevasi (ketinggian) sehingga dapat menghasilkan data ketinggian. Instrumen yang kedua adalah AVNIR-2 (Advanced Visible and Near Infrared Radiometer) untuk pengamatan lahan secara teliti serta instrument PALSAR (Phased Array type L-Band Synthetic Aperture Radar). Sesuai dengan namanya instrumen ini dapat menghasilkan data SAR atau radar.
Ø  PRISM dapat memberikan resolusi spasial 2,5 m dan memproduksi model permukaan dijital (digital surface model) secara akurat. Instrumen ini punya tiga jenis sistem optik untuk melihat ke depan (forward), belakang (backward) dan pada nadir. Dengan kemampuan ini PRISM dapat menghasilkan citra stereo. Sensor ini dapat merekam dengan lebar sapuan sampai 70 km pada nadir.
Ø  AVNIR-2 didesain khusus untuk mengamati lahan dan wilayah pesisir, merupakan pengembangan dari AVNIR yang dipasang pada satelit sebelumnya ADEOS (Advanced Earth Observing Satellite) tahun 1996. Sensor ini memberikan peta cakupan dan tutupan lahan pada skala regional dengan resolusi yang lebih baik dibanding sebelumnya. Resolusi spasial AVNIR-2 mencapai 10 m, lebih baik dibandingkan resolusi spasial AVNIR yang hanya 16 m.
Ø  PALSAR memanfaatkan rentang gelombang mikro pada frekuensi band-L yang dapat menembus awan dan dapat melakukan pengamatan siang maupun malam bahkan dalam kondisi cuaca buruk sekalipun. Instrumen ini memberikan data radar yang lebih baik dibanding satelit radar generasi sebelumnya, JERS-1 (Japanese Earth Resources Satellite). PALSAR dapat memberikan keuntungan dalam cakupan pengamatan mulai dari 250 – 350 km yang disebut dengan ScanSAR. Keuntungan ini juga dimiliki oleh satelit milik Kanada, RADARSAT.
Keunggulan ALOS
Jepang secara konsisten mengembangkan teknologi satelit penginderaan jauhnya selama kurang lebih 20 tahun terakhir. Dan hasilnya pun sangat memuaskan dengan diluncurkannya beberapa satelit generasi terbarunya termasuk ALOS. ALOS menjadi andalan dan kebanggaan Jepang karena satelit ini dapat memuaskan konsumennya di seluruh dunia. Kenapa? Karena ALOS dapat memberikan data optik dan data radar sekaligus. Data optik sangat sensitif dan punya kemampuan tinggi dalam menggambarkan suatu obyek (visualization) tetapi sangat rentan jika pada saat perekaman terdapat cakupan awan (cloud cover). Akan tetapi dengan data radar keberadaan awan dapat diatasi, selain itu dengan data radar karakteristik fisik lebih mudah diamati dibanding dengan data optik. Kombinasi penggunaan data optik dan radar akan memberikan hasil analisis yang lebih baik dibandingkan hanya menggunakan salah satu diantara kedua jenis data tersebut.
Pada umumnya satelit penginderaan jauh hanya didesain untuk dapat memberikan data optik saja atau data radar saja. Seperti data optik dari satelit penginderaan jauh SPOT milik Perancis yang berkonsorsium dengan beberapa negara Eropa lainnya atau satelit RADARSAT milik Kanada yang hanya dapat memberikan data radar saja. Selain itu ALOS dapat juga memberikan data stereo (stereo mapping) dan dapat mencakup wilayah dengan luas sampai ratusan kilometer.
Aplikasi ALOS
Sejak diluncurkan tahun 2006, ALOS memasuki fase setelah operasi (tiga tahun setelah peluncuran). ALOS sudah digunakan untuk berbagai tujuan seperti pemetaan dan observasi kondisi es di laut (sea ice), keberadaan hutan, mitigasi bencana, kondisi permukaan laut (kecepatan angin) dan wilayah pesisir (mangrove, terumbu karang),  serta pengamatan sumber daya alam terutama yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable).
Khusus untuk pengamatan kondisi hutan, ALOS sudah merekam sebagian kondisi hutan Indonesia tahun 2008 di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sebagian Maluku dan Irian termasuk New Guinea (lihat gambar 2). Peta hutan ini dibuat dari data PALSAR yang dibentuk menjadi citra ortho dengan resolusi spasial 50 meter.
Selain untuk pemetaan kondisi hutan Indonesia, aplikasi lain yang juga sangat penting yang terkait dengan kerusakan lingkungan di wilayah pesisir adalah kondisi terumbu karang. Dengan AVNIR-2, distribusi terumbu karang dapat divisualisasikan dengan kombinasi band cahaya tampak (visible band) melalui algoritma tertentu. Fusi citra AVNIR-2 dengan data PALSAR akan memberikan kajian yang lebih baik terkait sebaran terumbu karang yang ada. Jika dilengkapi hasil pengamatan lapangan dan data penginderaan jauh lainnya seperti data hiperspektral (hyperspectral) maka tidak hanya distribusi terumbu karang saja yang bisa dianalisa tetapi juga sehat tidaknya terumbu karang tersebut. Data hiperspektral dapat memberikan informasi atau kerincian spektral lebih detil dibandingkan menggunakan data multispektral (seperti AVNIR-2). (Ketut Wikantika, dari berbagai sumber).
3.      Satelit NOAA
Satelit NOAA adalah satelit meteorologi generasi ketiga yang dioperasikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration, Amerika Serikat. Generasi pertama adalah seri TIROS (1960 – 1965), dan generasi kedua adalah seri ITOS (1970 – 1976).
Sensor utama NOAA adalah AVHRR/2 (Advanced Very High Resolution Radiometer model 2) dan TOVS (TIROS Operational Vertical Sounder) yang terdiri dari HIRS/2 (High Resolution Infrared Sounder model 2), SSU (Stratospheric Sounding Unit), dan MSU (Microwave Sounding Unit). Satelit NOAA sinkron matahari ini membawa AVHRR untuk merekam energi elektromagnetik dalam 4 atau 5 band. Sensor AVHRR merekam seluruh bumi dua kali sehari untuk memperoleh informasi regional mengenai kondisi vegetasi dan temperatur permukaan laut.

Tabel 2.4  Karakteristik Sistem Sensor NOAA AVHRR
Nomor Band
NOAA 6, 8, 10 (mm)
NOAA 7, 9, 11, 12 (mm)
Karakteristik Band
1
0,58 – 0,68
0,58 – 0,68
pemetaan awan siang hari, salju, es, dan vegetasi
2
0,725 – 1,10
0,725 – 1,10
pemetaan garis batas lahan-air, salju, es, dan vegetasi
3
3,55 – 3,93
3,55 – 3,93
pemantauan target panas (volka-no, kebakaran hutan), pemetaan awan malam hari
4
10.50 – 11.50
10.30 – 11.30
pemetaan awan siang-malam dan suhu permukaan
5
tidak ada
11.50 – 12.50
pemetaan awan siang-malam dan suhu permukaan

Satelit AVHRR mengorbit pada ketinggian 861 km apogee (terjauh) dan 845 km perigee (terdekat) di atas bumi pada inklinasi 98,9o dan secara kontinyu merekam data dengan lebar sapuan 2700 km dan dengan resolusi spasial 1,1 x 1,1 km pada nadir. Satelit nomor ganjil, misalnya NOAA 11, memotong ekuator sekitar pukul 2.30 sore dan 2.30 dini hari, sedangkan satelit genap, misalnya NOAA 12, memotong ekuator sekitar pukul 7.30 malam dan 7.30 pagi waktu lokal. Normalnya dua satelit seri NOAA beroperasi bersamaan (ganjil, genap). Setiap satelit mengorbit bumi 14,1 kali per hari (setiap 102 menit) dan memperoleh cakupan global lengkap setiap 24 jam. NOAA-10 diluncurkan 17 September 1986, NOAA-11 24 September 1988, dan NOAA-12 14 Mei 1991.





 










Para ilmuwan sering menghitung Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dari data AVHRR dengan menggunakan band tampak (AVHRR1) dan infrared-dekat (AVHRR2) untuk memetakan kondisi vegetasi pada level regional dan nasional.
Rumus perbandingannya adalah sebagai berikut:
                               ..................................... (2.3)
NDVI dan indeks vegetasi lainnya digunakan secara ekstensif dengan data AVHRR untuk memantau kondisi vegetasi alam dan tanaman, mengidentifikasi penggundulan hutan di daerah tropis, dan memantau daerah yang menjadi gurun dan kekeringan.

4.    Satelit Meteorologi Geostasioner
Satelit Meteorologi Geostasioner diluncurkan di bawah proyek WWW (World Weather Watch) yang diorganisasi oleh WMO (World Meteorological Organization) yang melingkupi seluruh bumi.  Ada 5 satelit meteorologi geostasioner yaitu METEOSAT, INSAT (India), GMS (Jepang), GOES-E (AS), dan GOES-W (AS). Satelit-satelit tersebut berada pada ketinggian sekitar 35.800 km.





5.      Radarsat-1

Radarsat-1 adalah C-Band Synthetic Aperture Radar (SAR) yang menembus awan dan dapat gambar siang dan malam dan di semua kondisi cuaca. Diluncurkan pada bulan November 1995, Radarsat-1 dioperasikan oleh MDA GeospatialServices Richmond, Kanada.
radarsat



 Sudut kemiringan (derajat)
98.6
Orbital period (minutes) Orbital period (menit)
100,7 min
Berarti lokal waktu di naik node
18:00 ± 5 menit
Rata-rata ketinggian (km)
 798 km (793-821)
 Orbit pr hari
14 7 / 24
Ulangi siklus (hari)
 24 hari (343 orbit)
Polarisasi
HH
Resolution Beam Mode dan Resolusi Nominal
Fine Beam
Standard Beam
ScanSAR

8 m
20 m
50 m
6.      ENVISAT Asar

ENVISAT Asar adalah C-band Advanced Synthetic Aperture Radar instrumen onboard Badan Antariksa Eropa ENVISAT satelit, dan mampu menembus awan dan dapat gambar siang dan malam dan di semua kondisi cuaca. Diluncurkan pada bulan Maret 2002, ENVISAT-1 dioperasikan oleh European envisatSpace Agency.
Sudut kemiringan (derajat)
98.55
Orbital period (menit)
100.6 min 
 Rata-rata waktu setempat turun node
10:00 ± 5 menit
Rata-rata ketinggian (km)
799.8 km
Orbit per hari
14 11/35
Ulangi siklus (hari)
35 hari (501 orbit)
 Polarisasi
VV, HH, VH, HV
Mode dan Resolusi Nominal
Gambar Mode
WideScan
30 m
50 m

7.      ERS-2

ERS-2 adalah C-band Synthetic Aperture Radar instrumen berikut pendahulunya ERS-1 satelit, dan mampu menembus awan dan dapat gambar siang dan malam dan di semua kondisi cuaca. Diluncurkan pada bulan April 1995, ERS-2 adalah salah satu LAK operasional terpanjang di ruang dan terus dioperasikan oleh European Space Agency. ers-2
Sudut kemiringan (derajat)
98.54
 Orbital period (menit)
100,6 min
Rata-rata waktu setempat turun node
10:30 ± 5 menit
Rata-rata ketinggian (km)
795 km
 Orbit per hari
14 11/35
 Ulangi siklus (hari)
 35 hari (501 orbit)
Polarisasi
VV
 Resolution Beam Mode dan Resolusi Nominal
 Peta Strip Mode
25 m
            Baru-baru ini beberapa satelit SAR baru diluncurkan ke ruang angkasa.  (JAXA) Ruang Badan Jepang L-band PALSAR onboard sensor satelit ALOS merupakan tindak pada sensor ke SAR JERS-1 diluncurkan pada pertengahan 1990-an.  Sementara L-band jauh lebih cocok untuk mendeteksi fitur permukaan laut seperti pusaran dan gelombang internal, data resolusi tinggi dari PALSAR tidak tersedia dalam waktu dekat-real karena pembatasan downlink rumit. Hanya data resolusi menengah tersedia dari Alaska Satelit Facility (ASF) dan segera dari CSTARS.
8.      PALSAR

PALSAR bertahap Array adalah tipe L-band Synthetic Aperture Radar instrumen di ALOS dan mampu menembus awan dan dapat gambar siang dan malam dan di semua kondisi cuaca. Diluncurkan palsarpada bulan Januari 2006, PALSAR dioperasikan oleh Badan Antariksa Jepang.

 Sudut kemiringan (derajat)
98.16
 Orbital period (menit)
99 min
 Rata-rata waktu setempat turun node
10:30 ± 15 menit
Rata-rata ketinggian (km)
691,65 km
Orbit per hari
14 27/46
 Ulangi siklus (hari)
 46 hari (671 orbit)
 Polarisasi
 HH, VV, HH & HV, VV & VH
Resolution Beam Mode dan Resolusi Nominal
Mode Resolusi Tinggi  ScanSAR

10 m
100 m
9.      TerraSAR-X
TerraSAR-X adalah pertama yang tersedia secara komersial radar satelit untuk menawarkan meter resolusi citra-produk satu. TerraSAR-X diluncurkan pada Juni 2007 dan dioperasikan dalam publik Jerman, kemitraan swasta (PPP) program antara Pusat Angkasa Jerman (DLR) sebuah d anak Astrium Astrium's. Infoterra GmbH bertanggung jawab atas eksploitasi komersial dari data TerraSAR-X.  Teknologi dari SAR bertahap array aktif X-band utliizes pengalaman mendalam oleh para mitra PPP di aperture radar pesawat ruang angkasa sintetik (SAR) sistem, misalnya dari udara penginderaan jauh atau misi pesawat SIR-C/X-SAR dan SRTM. TerraSAR -X adalah pelengkap yang sangat baik untuk sistem optik seperti Quickbird, IKONOS, FormoSat-2 dan SPOT 5 dengan kemampuan SAR resolusi tinggi. Sikap yang tepat dan penentuan orbit TerraSAR-X memungkinkan ortorektifikasi tanpa titik kontrol tanah mencapai sebuah piksel gambar akurasi lokasi hingga 1m tergantung pada bantuan, sudut datang dan DEM yang tersedia.
terrasar-x




Sudut kemiringan (derajat)
97.44
Orbital period (menit)
 95 min
 Rata-rata waktu setempat turun node
 06:00 ± 15 menit
 Rata-rata ketinggian (km)
 514,8 km
 Orbit per hari
 15 2 / 11
 Ulangi siklus (hari)
11 hari (167 orbit)
 Polarisasi (* tunggal, dual dan quad)
Eksperimental saja.
 HH atau VV (tunggal)
HH / VV, HH / HV, VV / VH (dual)  HH, VV, HV, VH (quad)
 Resolution Beam Mode dan Resolusi Nominal
Lampu sorot
StripMap
ScanSAR

1 m
3 m
18 m
10.  Cosmo-SkyMed (CO nstellation dari atellites S kecil untuk editerranean cekungan M bservation O)
Cosmo-SkyMed (CO nstellation dari atellites S kecil untuk editerranean cekungan M bservation O) adalah X-band SAR Italia untuk pengamatan bumi dan satelit pertama diluncurkan Juni 2007. Konstelasi Cosmo akan terdiri dari empat Low Earth Orbit (LEO) satelit menengah, masing-masing dilengkapi dengan multi-mode resolusi tinggi Synthetic Aperture Radar (SAR) yang beroperasi pada X-band dan dilengkapi dengan akuisisi data sangat fleksibel dan inovatif dan transmisi peralatan.  Cosmo-SkyMed akan dioperasikan oleh Badan Antariksa Italia (ASI) dan akan memberikan aset bumi observasi ditandai dengan cakupan global penuh, segala cuaca, siang / malam kemampuan akuisisi, resolusi yang lebih tinggi, akurasi yang lebih tinggi (geo-lokasi, radiometri, dll ), kualitas gambar yang superior, cepat kembali / waktu respon, interferometric / polarimetrik kemampuan dan lebih cepat-dan-mudah pemesanan dan pengiriman cosmo-skymeddata, products and services. data, produk dan jasa.
 Sudut kemiringan (derajat)
 97.86
Orbital period (menit)
95 min
 Rata-rata waktu setempat turun node
06:00 ± 15 menit
Rata-rata ketinggian (km)
619,6 km
Orbit per hari
 14 13/16
Ulangi siklus (hari)
16 hari (237 orbit)
Constellation dari Satelit
pada 90 o pentahapan
 Polarisasi (dipilih)
HH, VV, HV, VH
Beam Mode dan Resolusi Nominal
Lampu sorot
 StripMap Mode
HighImage
 Pingpong
ScanSAR Mode
Wideregion
Hugeregion
1 m

 3 m
5 m

 30 m
100 m






11.  GeoEye-1
Diluncurkan pada tanggal 6 September 2008, GeoEye-1 dilengkapi dengan teknologi imaging paling maju yang pernah dipasang pada sebuah satelit komersial. Pengumpulan data di industri terkemuka multispektral resolusi 0,41 meter pankromatik dan 1,65 meter, GeoEye-1 memberikan citra satelit yang paling rinci yang tersedia. Dengan resolusi yang lebih baik, akurasi posisi dan kelincahan, GeoEye-1 benar-benar generasi kedua satelit resolusi tinggi dan akan memperluas aplikasi citra penginderaan jauh di seluruh spektrum pasar.
Spesifikasi GeoEye-1
Spektral Bands:
Pankromatik (Hitam dan Putih) & Multispektral (Merah, Hijau, Biru dan NIR)
Resolusi:

Dikumpulkan pada Pankromatik 0,41-m & Multispektral 1.65-m; dijual di Pankromatik 0,5-m & 2.0-m Multispektral karena peraturan pemerintah AS
Kembali Waktu:
~ 3 hari (tergantung pada garis lintang)
 Ketelitian Posisi:
2.5-m CE90% (tidak memperhitungkan distorsi topografi)
Petak Lebar:
2-km pada nadir
 Arsip Tanggal:
Akhir 2008 sampai sekarang
Stereo Ketersediaan:
 Arsip (tersedia) dan koleksi seperti baru
Orbital Ketinggian:
 681 km
                              
http://www.emap-int.com/aboutUs/satellites/geoEye1/images/geoeye1image.jpghttp://www.emap-int.com/aboutUs/satellites/geoEye1/images/geoeye2.jpghttp://www.emap-int.com/aboutUs/satellites/geoEye1/images/geoeye3.jpg

12.  Worldview-1
Pada tanggal 18 September 2007, Worldview-1 berhasil diluncurkan ke orbit. Dengan resolusi 0,50 meter pankromatik, Worldview-1 adalah yang pertama dari sensor generasi kedua satelit digital yang sangat lincah dan sangat akurat. Memiliki kemampuan untuk mengumpulkan lebih dari 6.600 kilometer persegi (atau 3.300 km persegi dalam mode stereo) dari citra di single pass, Worldview-1 adalah solusi sempurna untuk klien-klien yang memerlukan cakupan area yang luas dalam bingkai waktu yang singkat.



Spesifikasi Worldview-1
 Spektral Bands:
Pankromatik (Hitam dan Putih)
 Resolusi:
0,50-m Pankromatik
 Kembali Waktu:
~ 4.6 hari (tergantung pada garis lintang)
 Ketelitian Posisi:
6.5-m CE90% (tidak memperhitungkan distorsi topografi)
Petak Lebar:
17.6-km pada nadir
Arsip Tanggal:
September 2007 Present
Stereo Ketersediaan:
 Arsip (tersedia) dan koleksi seperti baru
Orbital Ketinggian:
 496 km

http://www.emap-int.com/aboutUs/satellites/worldView1/images/chinese_harbor.jpghttp://www.emap-int.com/aboutUs/satellites/worldView1/images/worldview1_launch.jpghttp://www.emap-int.com/aboutUs/satellites/worldView1/images/chinese_road_project.jpg

13.  Worldview-2
Diluncurkan pada 6 Oktober 2009, Worldview-2 adalah satelit resolusi tinggi yang paling berteknologi maju yang pernah dioperasikan. Penawaran delapan tak tertandingi band data multispektral 1,84 meter ditambah 0,46 meter band pankromatik, Worldview-2 akan memperluas kemungkinan data penginderaan jauh untuk studi vegetatif, penelitian batimetri, klasifikasi diawasi dan tak terawasi, dan semua analisis spektral lainnya high-end teknik. Worldview-2 tidak hanya menawarkan peningkatan informasi spektral, juga memiliki industri keakuratan terkemuka, kelincahan dan kapasitas penyimpanan data yang benar-benar menempatkan satelit ini menjadi sebuah kelas tersendiri.

Spesifikasi Worldview-2
Spektral Bands:


8-band Multispektral (pita biru, hijau, merah dan dekat-inframerah standar; tepi merah ditambah, pesisir, kuning dan dekat-IR2) & Pankromatik (hitam dan putih)
Resolusi:


Dikumpulkan pada Pankromatik 0,46-m & Multispektral 1.84-m; dijual di Pankromatik 0,5-m & 2.0-m Multispektral karena peraturan pemerintah AS
Kembali Waktu:
 3,7 hari (tergantung pada garis lintang)
Ketelitian Posisi:
CE90-12.2 m, dengan kinerja yang diperkirakan pada kisaran 4,6 sampai 10,7% CE90-m (tidak memperhitungkan distorsi topografi)
Petak Lebar:
 16.4-km pada nadir
 Arsip Tanggal:
Mulai tahun 2009 pertengahan Oktober
Stereo Ketersediaan:
Arsip (tersedia) dan koleksi seperti baru
Orbital Ketinggian:
770-km
worldview-2 diluncurkan pada pertengahan bulan Oktober 2009 dengan masa kalibrasi yang diharapkan 4 bulan.
http://www.emap-int.com/aboutUs/satellites/worldView2/images/WV2_assembly_1.jpghttp://www.emap-int.com/aboutUs/satellites/worldView2/images/WV2_instrument.jpghttp://www.emap-int.com/aboutUs/satellites/worldView2/images/WV2_assembly_2.jpg

15.MOS (Marine Observation Satellite)


Marine Observation Satellite (MOS)
Bumi sumber daya Jepang pertama satelit, juga dikenal dengan nama nasional Momo ("persik mekar"). 1A dan 1B-MOS-, diluncurkan oleh NASDA (Badan Pengembangan Antariksa Nasional), dipantau arus laut dan tingkat klorofil, suhu permukaan laut, uap air atmosfer, curah hujan, dan vegetasi lahan, dan juga bertindak sebagai relay data untuk platform permukaan sensor remote. 2.4 diukur × 1,5 m dan diluncurkan dari Tanegashima.



kendaraan angkasa
tanggal peluncuran
peluncuran kendaraan
orbit
massa (kg)
MOS-1A
19 Februari 1987
N-2
907 × 909 km × 99,1 °
745
MOS-1B
7 Februari 1990
H-1
° 908 × 909 km × 99,1 °
740

 

 

 

 

16.Seasat

Seasat Satelit
 Courtesy of NASA GSFC
Tujuan Misi:
Seasat adalah satelit pertama yang dirancang untuk penginderaan jauh dari bumi lautan dengan aperture radar sintetik (SAR). Misi ini dirancang untuk menunjukkan kelayakan pemantauan satelit global fenomena oseanografi dan untuk membantu menentukan kebutuhan dari sebuah laut operasional sistem satelit penginderaan jauh. Tujuan khusus adalah untuk mengumpulkan data-angin permukaan laut, suhu permukaan laut, ketinggian gelombang, gelombang internal, air atmosfer, es fitur laut dan topografi laut. Misi ini berakhir pada 10 Oktober 1978 karena kegagalan daya listrik sistem kendaraan. Meskipun hanya sekitar 42 jam real time data diterima, misi menunjukkan feasiblity menggunakan sensor gelombang mikro untuk memantau kondisi laut, dan meletakkan dasar bagi masa depan misi SAR. Perbedaan utama antara A dan sebelumnya-satelit observasi Bumi Seasat adalah penggunaan sensor microwave pasif dan aktif untuk mencapai-kemampuan segala cuaca.
 Laser data yang diperoleh oleh stasiun pelacakan hari (sebelum pembentukan ILRS) digunakan oleh NASA GSFC dalam pembangunan model gravitasi Seasat disesuaikan PGS-S1 dan PGS-S2 (terdiri dari 16.500 pengamatan).
Misi Instrumentasi:
 Seasat memiliki onboard instrumentasi berikut:
  1.  Radar altimeter
  2. Scatterometer sistem
  3.  Synthetic aperture radar
  4. Terlihat dan inframerah radiometer
  5. Pemindaian multi-channel microwave radiometer
  6. Retroreflektor array
Misi Parameter:
Parameter Misi Seasat
Sponsor:
NASA
Diharapkan Life:
1-3 tahun (berhenti berfungsi pada tanggal 10 Oktober 1978)
Primer Aplikasi:
topografi laut
Primer SLR Aplikasi:
kalibrasi altimeter radar
COSPAR ID:
7806401
SIC Kode:
NORAD SSC Kode:
10967
Launch Date:
28 Juni 1978
RRA Diameter:
RRA Bentuk:
Reflektor:
Orbit:
dekat kutub
Kemiringan:
108 derajat
Eksentrisitas:
0.001
Perigee:
793 km
Periode:
100 menit
Berat:
2290 kg
 Informasi Tambahan:

 Informasi
 17.SATELIT ERS-1
Satelit pertama dalam seri ini, ERS-1 diluncurkan pada tanggal 17 Juli 1991 dan ERS-2 pada tanggal 20 April 1995.. Satelit ini dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang, es laut bumi dan sumber daya lahan menggunakan berbagai sensor. Mengorbit bumi selama sembilan tahun, lebih dari tiga kali seumur hidup yang direncanakan, misi ERS-1 telah berakhir pada tanggal 10 Maret 2000 oleh kegagalan dalam sistem kontrol sikap on-board.
Karakteristik satelit ERS-1
Geoscience Australia memperoleh data dari salah satu instrumen di papan, Synthetic Aperture Radar (SAR), yang beroperasi di C-band dari daerah gelombang mikro dari spektrum elektromagnetik.
Selain Synthetic Aperture Radar, ERS-1 dan ERS-2 melakukan instrumen lainnya:
  • Altimeter Radar
  • Radiometer Bersama-Track dan Microwave Sounder
  • Precise Range dan Range Rate Tetap (fungsional hanya pada ERS-2)
  • Scatterometer Angin
  • Laser Retro-reflektor


18.Sensor Parameter - Synthetic Aperture Radar (SAR)
SAR adalah microwave sensor aktif yang mampu sumber daya pencitraan bumi tanpa target waktu hari, kabut awan, atau asap menutupi suatu daerah.. Instrumen ini diklasifikasikan "aktif" karena memancarkan energi yang diperlukan untuk gambar permukaan bumi.
Sebaliknya, 'pasif' atau 'optik' sensor mengandalkan energi matahari tercermin pada gambar bumi.
 Karakteristik ER SAR
Frekuensi
5.3 GHz
Bandwidth
15,55 MHz
Nama Band
C Band
Panjang gelombang
56mm
Insiden Angle
23 deg (pertengahan petak)
 Polarisasi
VV *
* V = vertikal.
Generalised Aplikasi
Meteorologi
Hubungan timbal balik antara fenomena oseanografi dan iklim dan pengaruhnya terhadap perubahan iklim global
Geologi
Struktural pemetaan, studi vulkanisme, studi erosi pantai
Pemantauan Vegetasi
Vegetasi perubahan, pemantauan tanaman
Hidrologi
Kelembaban tanah studi, permukaan air tubuh morfologi, sejauh salju dan kondisi
Pemanfaatan Lahan
Pemetaan, penilaian perubahan
Oseanografi dan Glasiologi
Pemantauan lembaran es di kutub dan es laut; pemantauan sirkulasi laut, arus dan pasang surut





Citra pankromatik Ikonos 1 m dapat digunakan untuk memetakan daerah permukiman. Citra ini dapat dimasukkan ke Sistem Informasi Geografis sebagai latar belakang bagi data vektor.

1 komentar:

  1. Harrah's Cherokee Casino & Hotel - MapYRO
    HARRAH'S 울산광역 출장안마 CHEROKEE CASINO & HOTEL in Cherokee, NC. See reviews, 충청남도 출장샵 photos & maps, and learn more 나주 출장마사지 about Harrah's 인천광역 출장마사지 Cherokee Casino & Hotel. Rating: 7.5/10 · ‎3 reviews 출장안마

    BalasHapus