MACAM – MACAM
SATELIT PENGINDERAAN JAUH
1.
Satelit IKONOS
Satelit Ikonos-1 semula akan diluncurkan pada tahun 1999
namun gagal. Kemudian satelit Ikonos-2 yang rencananya diluncurkan tahun 2000,
namanya diganti menjadi Ikonos dan lalu diluncurkan pada September 1999 untuk
menggantikan Ikonos-1. Satelit ini mengorbit melingkar, sinkron matahari, pada
ketinggian 681 km, dan kedua sensor mempunyai lebar sapuan 11 km.
Satelit Ikonos-2 telah mengirimkan data komersial sejak
awal 2000. Ikonos adalah generasi pertama satelit dengan resolusi spasial
tinggi. Sensor Ikonos ada 2 macam, yaitu
pankromatik dan multispektral. Data Ikonos merekam 4 band multispektral
pada resolusi 4 meter dan satu band pankromatik dengan resolusi 1 meter.
Artinya, Ikonos adalah satelit komersial pertama yang mengirimkan citra satelit
berresolusi tinggi mendekati resolusi fotografi udara di seluruh dunia. Panjang
gelombang dan resolusi citra Ikonos dinyatakan dalam tabel 2.5.
Tabel
2.5 Karakteristik Satelit Ikonos
|
Band
|
Panjang gelombang
(µm)
|
Resolusi (m)
|
|
1
|
0.45-0.52 (biru)
|
4
|
|
2
|
0.52-0.60 (hijau)
|
4
|
|
3
|
0.63-0.69 (merah)
|
4
|
|
4
|
0.76-0.90 (Infrared
dekat)
|
4
|
|
PAN
|
0.45-0.90
(Pankromatik)
|
1
|
Data Ikonos dikumpulkan dalam 11 bit per piksel (dengan
derajat keabuan 2048). Artinya, terdapat lebih banyak nilai skala keabuan
sehingga akan terlihat detail yang lebih rinci dalam citra. Ikonos memiliki
instrumen pengamatan dalam lintasan melintang dan memanjang yang memungkinkan
perolehan data secara fleksibel dan frekuensi kemampuan mendatangi lagi 3 hari
untuk resolusi 1 m dan 1 – 2 hari untuk resolusi 1,5 m.
Data citra Ikonos dapat dipesan dalam 3 jenis citra, yaitu:
a.
Pankromatik dengan
resolusi spasial 1 meter. Dapat dikirimkan baik dalam skala keabuan 256 (8 bit)
atau skala keabuan 2048 (11 bit)
b.
Multispektral 4 band
dengan resolusi spasial 4 meter. Dapat dikirim dalam 4 band terpisah atau
dikombinasikan dalam warna asli atau warna palsu (false colour).
c.
Multispektral yang
dipertajam dengan pankromatik 1 meter. Hasil dari kombinasi data pankromatik 1
m dan multispektral 4 m. Dikirim dalam warna asli atau warna palsu.
Ketiga
jenis citra itu dapat dipesan dalam 5 tingkat ketelitian horizontal, lihat
tabel 2.6.
Tabel
2.6 Tingkat Ketelitian Horizontal Produk
Ikonos
|
Produk Ikonos
|
Ortho
rektifikasi
|
Ketelitian
Horizontal 90%
|
Simpangan baku ket.
hor.
|
Skala
|
|
Geo
|
Tidak
|
50 meter
|
~ 25
meter
|
|
|
Reference
|
Ya
|
25 meter
|
11,8 meter
|
1:50.000
|
|
Map
|
Ya
|
12 meter
|
5,7 meter
|
1:24.000
|
|
Pro
|
Ya
|
10 meter
|
4,8 meter
|
1:12.000
|
|
Precision
|
Ya
|
4 meter
|
1,9 meter
|
1:4.800
|
|
Precision Plus
|
|
2 meter
|
|
1:2.400
|
1. Satelit
QuickBird
Satelit
QuickBird adalah yang pertama dalam konstelasi pesawat ruang angkasa yang
DigitalGlobe sedang mengembangkan yang menawarkan sangat, komersial beresolusi
tinggi pencitraan yang akurat dari Bumi. global koleksi QuickBird dan
multispektral citra pankromatik ini dirancang untuk mendukung aplikasi mulai
dari penerbitan peta dan manajemen aset tanah untuk penilaian risiko asuransi.
DigitalGlobe's pesawat ruang angkasa QuickBird mampu
menawarkan sub-meter citra resolusi, akurasi geolocational tinggi, dan besar
on-board penyimpanan data. Selain itu, kita dapat mengisi dan memperbarui arsip
digitalglobe.com kami di kecepatan belum pernah terjadi sebelumnya karena fitur
sistem QuickBird's memungkinkan kita untuk secara efisien mengumpulkan lebih
dari 75 juta kilometer persegi data citra setiap tahun.
|
Fitur
|
Manfaat
|
|
Resolusi tinggi
|
Memperoleh berkualitas tinggi
untuk penciptaan citra satelit peta, deteksi perubahan, dan analisis citra
|
|
gambar akurasi
|
Geolocate fitur dalam 23 meter
(75,5 kaki) dan membuat peta di daerah terpencil tanpa menggunakan titik
kontrol tanah
|
|
Cepat besar area pengumpulan
|
Kumpulkan persediaan yang lebih
besar yang sering diperbarui produk citra global yang lebih cepat
dibandingkan sistem yang kompetitif
|
|
Tinggi kualitas gambar
|
Memperluas jangkauan target
koleksi pencitraan yang sesuai dan meningkatkan interpretasi gambar karena
gambar dapat diperoleh di bahkan tingkat cahaya rendah tanpa mengorbankan
kualitas gambar
|
|
Desain dan Spesifikasi
|
||
|
Informasi Peluncuran
|
Tanggal: 18 Oktober 2001
Peluncuran Window: 1851-1906 GMT (1451-1506 EDT) Peluncuran Kendaraan: Delta II Peluncuran Situs: SLC-2W, Vandenberg Air Force Base, California |
|
|
Orbit
|
Ketinggian: 450 km, 98 derajat, kemiringan sun-synchronous
Kembali frekuensi: 2-3 hari, tergantung pada garis lintang Melihat sudut: angkasa Agile - di-track dan cross-track pointing Periode: 93.4 menit |
|
|
Per Orbit Koleksi
|
128 gigabits
(kira-kira 57 foto daerah tunggal)
|
|
|
Lebar & Ukuran Area
|
petak lebar: 16,5 kilometer di petak tanah nadir diakses:
544 km berpusat pada jalur tanah satelit (ke ~ 30 ° off-nadir) Wilayah bunga
|
|
|
Metrik Akurasi
|
23 meter lingkaran kesalahan, kesalahan linier 17 meter
(tanpa kontrol tanah)
|
|
|
Resolusi & Bandwidth Spektrum
|
Pankromatik
|
Multispektral
|
|
Dynamic Range
|
11-bit per pixel
|
|
|
Komunikasi
|
Payload Data
|
Housekeeping
|
|
Pendekatan ADCs
|
3-axis stabil,
tracker bintang / IRU roda reaksi /, C / A GPS Kode
|
|
|
Menunjuk dan Agility
|
Ketelitian: kurang dari 0,5 milliradians absolut per sumbu
Pengetahuan: kurang dari 15 microradians per sumbu Stabilitas: kurang dari 10 microradians per detik |
|
|
Penyimpanan onboard
|
Kapasitas 128 gigabits
|
|
|
Kendaraan angkasa
|
Diharapkan akhir kehidupan: 2010
£ 2100, 3,04-meter (10 kaki) panjangnya |
|
2. Satelit ALOS
Jepang merupakan salah satu negara dengan teknologi satelit
penginderaan jauh terdepan selain negara maju lainnya seperti Amerika, Kanada,
serta konsorsium negara-negara Eropa dengan European Space Agency (ESA).
Di Asia, selain Jepang, negara yang cukup mumpuni dengan
teknologi satelit penginderaan jauh adalah China dan India. Sedangkan Brazil
menjadi negara dengan penguasaan teknologi satelit penginderaan jauh yang
paling menonjol di wilayah Amerika Latin. Jepang menjadi salah satu yang paling
inovatif dalam pengembangan teknologi satelit penginderaan jauh setelah
diluncurkannya satelit ALOS (Advanced Land Observing Satellite) atau
dikenal dengan ’Daichi’ pada tanggal 24 Januari 2006.
Satelit berbobot 4000 kg ini diluncurkan dari pusat
peluncuran Tanegashima yang mengorbit dengan ketinggian sekitar 700 km di atas
permukaan bumi. Misi ALOS adalah untuk mencari pemecahan masalah lokal (local
issue) seperti ketahanan pangan (food security), kelangkaan sumber
air, mitigasi bencana dan konservasi keanekaragaman hayati (biodiversity).
Adapun tujuan yang ingin dicapai satelit generasi terbaru
produk negeri Sakura ini terdiri dari 5 (lima) yaitu (1). membuat peta (cartography)
seluruh wilayah Jepang termasuk negara lainnya di dunia, (2). mengamati
pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan harmonisasi
antara lingkungan bumi dan perkembangan regional, (3). memonitor bencana (disaster
monitoring), (4). melakukan survei sumber daya alam, (5). mengembangkan
teknologi yang terkait dengan satelit pengamat bumi masa depan. Karena
keragaman target ALOS ini maka dapat dikatakan satelit penginderaan jauh ini
punya kemampuan multi-guna.
Spesifikasi ALOS
ALOS mempunyai tiga instrumen yaitu PRISM (Panchromatic
Remote Sensing Instrument for Stereo Mapping) untuk pemetaan dijital
elevasi (ketinggian) sehingga dapat menghasilkan data ketinggian. Instrumen
yang kedua adalah AVNIR-2 (Advanced Visible and Near Infrared Radiometer)
untuk pengamatan lahan secara teliti serta instrument PALSAR (Phased Array
type L-Band Synthetic Aperture Radar). Sesuai dengan namanya instrumen ini
dapat menghasilkan data SAR atau radar.
Ø PRISM dapat memberikan resolusi
spasial 2,5 m dan memproduksi model permukaan dijital (digital surface model)
secara akurat. Instrumen ini punya tiga jenis sistem optik untuk melihat ke
depan (forward), belakang (backward) dan pada nadir. Dengan
kemampuan ini PRISM dapat menghasilkan citra stereo. Sensor ini dapat merekam
dengan lebar sapuan sampai 70 km pada nadir.
Ø AVNIR-2 didesain khusus untuk
mengamati lahan dan wilayah pesisir, merupakan pengembangan dari AVNIR yang
dipasang pada satelit sebelumnya ADEOS (Advanced Earth Observing Satellite)
tahun 1996. Sensor ini memberikan peta cakupan dan tutupan lahan pada skala regional
dengan resolusi yang lebih baik dibanding sebelumnya. Resolusi spasial AVNIR-2
mencapai 10 m, lebih baik dibandingkan resolusi spasial AVNIR yang hanya 16 m.
Ø PALSAR memanfaatkan rentang
gelombang mikro pada frekuensi band-L yang dapat menembus awan dan dapat
melakukan pengamatan siang maupun malam bahkan dalam kondisi cuaca buruk
sekalipun. Instrumen ini memberikan data radar yang lebih baik dibanding
satelit radar generasi sebelumnya, JERS-1 (Japanese Earth Resources
Satellite). PALSAR dapat memberikan keuntungan dalam cakupan pengamatan
mulai dari 250 – 350 km yang disebut dengan ScanSAR. Keuntungan ini juga
dimiliki oleh satelit milik Kanada, RADARSAT.
Keunggulan ALOS
Jepang secara konsisten mengembangkan teknologi satelit
penginderaan jauhnya selama kurang lebih 20 tahun terakhir. Dan hasilnya pun
sangat memuaskan dengan diluncurkannya beberapa satelit generasi terbarunya
termasuk ALOS. ALOS menjadi andalan dan kebanggaan Jepang karena satelit ini
dapat memuaskan konsumennya di seluruh dunia. Kenapa? Karena ALOS dapat
memberikan data optik dan data radar sekaligus. Data optik sangat sensitif dan
punya kemampuan tinggi dalam menggambarkan suatu obyek (visualization)
tetapi sangat rentan jika pada saat perekaman terdapat cakupan awan (cloud
cover). Akan tetapi dengan data radar keberadaan awan dapat diatasi, selain
itu dengan data radar karakteristik fisik lebih mudah diamati dibanding dengan
data optik. Kombinasi penggunaan data optik dan radar akan memberikan hasil
analisis yang lebih baik dibandingkan hanya menggunakan salah satu diantara
kedua jenis data tersebut.
Pada umumnya satelit penginderaan jauh hanya didesain untuk
dapat memberikan data optik saja atau data radar saja. Seperti data optik dari
satelit penginderaan jauh SPOT milik Perancis yang berkonsorsium dengan
beberapa negara Eropa lainnya atau satelit RADARSAT milik Kanada yang hanya
dapat memberikan data radar saja. Selain itu ALOS dapat juga memberikan data
stereo (stereo mapping) dan dapat mencakup wilayah dengan luas sampai
ratusan kilometer.
Aplikasi ALOS
Sejak diluncurkan tahun 2006, ALOS memasuki fase setelah
operasi (tiga tahun setelah peluncuran). ALOS sudah digunakan untuk berbagai
tujuan seperti pemetaan dan observasi kondisi es di laut (sea ice),
keberadaan hutan, mitigasi bencana, kondisi permukaan laut (kecepatan angin)
dan wilayah pesisir (mangrove, terumbu karang), serta pengamatan sumber
daya alam terutama yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable).
Khusus untuk pengamatan kondisi hutan, ALOS sudah merekam
sebagian kondisi hutan Indonesia tahun 2008 di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
sebagian Maluku dan Irian termasuk New Guinea (lihat gambar 2). Peta hutan ini
dibuat dari data PALSAR yang dibentuk menjadi citra ortho dengan resolusi
spasial 50 meter.
Selain untuk pemetaan kondisi hutan Indonesia, aplikasi lain
yang juga sangat penting yang terkait dengan kerusakan lingkungan di wilayah
pesisir adalah kondisi terumbu karang. Dengan AVNIR-2, distribusi terumbu
karang dapat divisualisasikan dengan kombinasi band cahaya tampak (visible
band) melalui algoritma tertentu. Fusi citra AVNIR-2 dengan data PALSAR
akan memberikan kajian yang lebih baik terkait sebaran terumbu karang yang ada.
Jika dilengkapi hasil pengamatan lapangan dan data penginderaan jauh lainnya
seperti data hiperspektral (hyperspectral) maka tidak hanya distribusi
terumbu karang saja yang bisa dianalisa tetapi juga sehat tidaknya terumbu
karang tersebut. Data hiperspektral dapat memberikan informasi atau kerincian
spektral lebih detil dibandingkan menggunakan data multispektral (seperti
AVNIR-2). (Ketut Wikantika, dari berbagai sumber).
3.
Satelit NOAA
Satelit NOAA adalah satelit meteorologi generasi ketiga
yang dioperasikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration,
Amerika Serikat. Generasi pertama adalah seri TIROS (1960 – 1965), dan generasi
kedua adalah seri ITOS (1970 – 1976).
Sensor utama NOAA adalah AVHRR/2 (Advanced Very High
Resolution Radiometer model 2) dan TOVS (TIROS Operational Vertical Sounder)
yang terdiri dari HIRS/2 (High Resolution Infrared Sounder model 2), SSU
(Stratospheric Sounding Unit), dan MSU (Microwave Sounding Unit). Satelit NOAA
sinkron matahari ini membawa AVHRR untuk merekam energi elektromagnetik dalam 4
atau 5 band. Sensor AVHRR merekam seluruh bumi dua kali sehari untuk memperoleh
informasi regional mengenai kondisi vegetasi dan temperatur permukaan laut.
![]() |
4.
Satelit Meteorologi Geostasioner
Satelit Meteorologi Geostasioner diluncurkan di bawah proyek WWW (World
Weather Watch) yang diorganisasi oleh WMO (World Meteorological
Organization) yang melingkupi seluruh bumi.
Ada 5 satelit meteorologi geostasioner yaitu METEOSAT, INSAT (India),
GMS (Jepang), GOES-E (AS), dan GOES-W (AS). Satelit-satelit tersebut berada
pada ketinggian sekitar 35.800 km.
5.
Radarsat-1
Radarsat-1 adalah C-Band Synthetic Aperture
Radar (SAR) yang menembus awan dan dapat gambar siang dan malam dan di semua
kondisi cuaca. Diluncurkan pada bulan November 1995, Radarsat-1 dioperasikan
oleh MDA GeospatialServices Richmond, Kanada.

|
Sudut kemiringan (derajat)
|
98.6
|
|
Orbital period (minutes) Orbital
period (menit)
|
100,7 min
|
|
Berarti lokal waktu di naik node
|
18:00 ± 5 menit
|
|
Rata-rata ketinggian (km)
|
798 km (793-821)
|
|
Orbit pr hari
|
14 7 / 24
|
|
Ulangi siklus (hari)
|
24 hari (343 orbit)
|
|
Polarisasi
|
HH
|
|
Resolution Beam Mode dan Resolusi
Nominal
Fine Beam Standard Beam ScanSAR |
8 m 20 m 50 m |
6.
ENVISAT
Asar
ENVISAT
Asar adalah C-band Advanced Synthetic
Aperture Radar instrumen onboard Badan Antariksa Eropa ENVISAT satelit, dan
mampu menembus awan dan dapat gambar siang dan malam dan di semua kondisi
cuaca. Diluncurkan pada bulan Maret 2002, ENVISAT-1 dioperasikan oleh European
Space Agency.
Space Agency. |
Sudut
kemiringan (derajat)
|
98.55
|
|
Orbital period (menit)
|
100.6 min
|
|
Rata-rata waktu setempat turun node
|
10:00 ± 5 menit
|
|
Rata-rata ketinggian (km)
|
799.8 km
|
|
Orbit per hari
|
14 11/35
|
|
Ulangi siklus (hari)
|
35 hari (501 orbit)
|
|
Polarisasi
|
VV, HH, VH, HV
|
|
Mode dan Resolusi Nominal
Gambar Mode WideScan |
30 m
50 m |
7.
ERS-2
ERS-2 adalah C-band Synthetic Aperture
Radar instrumen berikut pendahulunya ERS-1 satelit, dan mampu menembus awan dan
dapat gambar siang dan malam dan di semua kondisi cuaca. Diluncurkan pada bulan
April 1995, ERS-2 adalah salah satu LAK operasional terpanjang di ruang dan
terus dioperasikan oleh European Space Agency. 

|
Sudut kemiringan (derajat)
|
98.54
|
|
Orbital period (menit)
|
100,6 min
|
|
Rata-rata waktu setempat turun
node
|
10:30 ± 5 menit
|
|
Rata-rata ketinggian (km)
|
795 km
|
|
Orbit per hari
|
14 11/35
|
|
Ulangi siklus (hari)
|
35 hari (501 orbit)
|
|
Polarisasi
|
VV
|
|
Resolution Beam Mode dan Resolusi Nominal
Peta Strip Mode |
25 m
|
Baru-baru
ini beberapa satelit SAR baru diluncurkan ke ruang angkasa. (JAXA) Ruang Badan Jepang L-band PALSAR
onboard sensor satelit ALOS merupakan tindak pada sensor ke SAR JERS-1
diluncurkan pada pertengahan 1990-an.
Sementara L-band jauh lebih cocok untuk mendeteksi fitur permukaan laut
seperti pusaran dan gelombang internal, data resolusi tinggi dari PALSAR tidak
tersedia dalam waktu dekat-real karena pembatasan downlink rumit. Hanya data
resolusi menengah tersedia dari Alaska Satelit Facility (ASF) dan segera dari
CSTARS.
8.
PALSAR
PALSAR bertahap Array adalah tipe L-band
Synthetic Aperture Radar instrumen di ALOS dan mampu menembus awan dan dapat
gambar siang dan malam dan di semua kondisi cuaca. Diluncurkan
pada bulan Januari 2006, PALSAR
dioperasikan oleh Badan Antariksa Jepang.
pada bulan Januari 2006, PALSAR
dioperasikan oleh Badan Antariksa Jepang. |
Sudut kemiringan (derajat)
|
98.16
|
|
Orbital period (menit)
|
99 min
|
|
Rata-rata waktu setempat turun node
|
10:30 ± 15 menit
|
|
Rata-rata ketinggian (km)
|
691,65 km
|
|
Orbit per hari
|
14 27/46
|
|
Ulangi siklus (hari)
|
46 hari (671 orbit)
|
|
Polarisasi
|
HH, VV, HH & HV, VV & VH
|
|
Resolution Beam Mode dan Resolusi
Nominal
Mode Resolusi Tinggi ScanSAR |
10 m 100 m |
9.
TerraSAR-X
TerraSAR-X adalah pertama yang tersedia secara
komersial radar satelit untuk menawarkan meter resolusi citra-produk satu.
TerraSAR-X diluncurkan pada Juni 2007 dan dioperasikan dalam publik Jerman,
kemitraan swasta (PPP) program antara Pusat Angkasa Jerman (DLR) sebuah d anak
Astrium Astrium's. Infoterra GmbH bertanggung jawab atas eksploitasi komersial
dari data TerraSAR-X. Teknologi dari SAR
bertahap array aktif X-band utliizes pengalaman mendalam oleh para mitra PPP di
aperture radar pesawat ruang angkasa sintetik (SAR) sistem, misalnya dari udara
penginderaan jauh atau misi pesawat SIR-C/X-SAR dan SRTM. TerraSAR -X adalah
pelengkap yang sangat baik untuk sistem optik seperti Quickbird, IKONOS,
FormoSat-2 dan SPOT 5 dengan kemampuan SAR resolusi tinggi. Sikap yang tepat
dan penentuan orbit TerraSAR-X memungkinkan ortorektifikasi tanpa titik kontrol
tanah mencapai sebuah piksel gambar akurasi lokasi hingga 1m tergantung pada
bantuan, sudut datang dan DEM yang tersedia.

|
Sudut kemiringan (derajat)
|
97.44
|
|
Orbital period (menit)
|
95 min
|
|
Rata-rata waktu setempat turun node
|
06:00 ± 15 menit
|
|
Rata-rata ketinggian (km)
|
514,8 km
|
|
Orbit per hari
|
15 2 / 11
|
|
Ulangi siklus (hari)
|
11 hari (167 orbit)
|
|
Polarisasi (* tunggal, dual dan quad)
Eksperimental
saja.
|
HH atau VV (tunggal)
HH / VV, HH / HV, VV / VH (dual) HH, VV, HV, VH (quad) |
|
Resolution Beam Mode dan Resolusi Nominal
Lampu sorot StripMap ScanSAR |
1 m 3 m 18 m |
10.
Cosmo-SkyMed
(CO nstellation dari atellites S
kecil untuk editerranean cekungan M bservation O)
Cosmo-SkyMed
(CO nstellation dari atellites S
kecil untuk editerranean cekungan M bservation O) adalah X-band
SAR Italia untuk pengamatan bumi dan satelit pertama diluncurkan Juni 2007.
Konstelasi Cosmo akan terdiri dari empat Low Earth Orbit (LEO) satelit
menengah, masing-masing dilengkapi dengan multi-mode resolusi tinggi Synthetic
Aperture Radar (SAR) yang beroperasi pada X-band dan dilengkapi dengan akuisisi
data sangat fleksibel dan inovatif dan transmisi peralatan. Cosmo-SkyMed akan dioperasikan oleh Badan
Antariksa Italia (ASI) dan akan memberikan aset bumi observasi ditandai dengan
cakupan global penuh, segala cuaca, siang / malam kemampuan akuisisi, resolusi
yang lebih tinggi, akurasi yang lebih tinggi (geo-lokasi, radiometri, dll ),
kualitas gambar yang superior, cepat kembali / waktu respon, interferometric /
polarimetrik kemampuan dan lebih cepat-dan-mudah pemesanan dan pengiriman
data, products and services. data,
produk dan jasa.
data, products and services. data,
produk dan jasa. |
Sudut kemiringan (derajat)
|
97.86
|
|
Orbital period (menit)
|
95 min
|
|
Rata-rata waktu setempat turun node
|
06:00 ± 15 menit
|
|
Rata-rata ketinggian (km)
|
619,6 km
|
|
Orbit per hari
|
14 13/16
|
|
Ulangi siklus (hari)
|
16 hari (237 orbit)
|
|
Constellation dari Satelit
|
pada 90 o pentahapan
|
|
Polarisasi (dipilih)
|
HH, VV, HV, VH
|
|
Beam Mode dan Resolusi Nominal
Lampu sorot StripMap Mode HighImage Pingpong ScanSAR Mode Wideregion Hugeregion |
1 m
3 m 5 m 30 m 100 m |
11. GeoEye-1

Diluncurkan pada tanggal 6 September
2008, GeoEye-1 dilengkapi dengan teknologi imaging paling maju yang pernah
dipasang pada sebuah satelit komersial. Pengumpulan data di industri terkemuka
multispektral resolusi 0,41 meter pankromatik dan 1,65 meter, GeoEye-1
memberikan citra satelit yang paling rinci yang tersedia. Dengan resolusi yang
lebih baik, akurasi posisi dan kelincahan, GeoEye-1 benar-benar generasi kedua
satelit resolusi tinggi dan akan memperluas aplikasi citra penginderaan jauh di
seluruh spektrum pasar.
Spesifikasi
GeoEye-1
|
Spektral Bands:
|
Pankromatik
(Hitam dan Putih) & Multispektral (Merah, Hijau, Biru dan NIR)
|
|
Resolusi:
|
Dikumpulkan
pada Pankromatik 0,41-m & Multispektral 1.65-m; dijual di Pankromatik
0,5-m & 2.0-m Multispektral karena peraturan pemerintah AS
|
|
Kembali Waktu:
|
~
3 hari (tergantung pada garis lintang)
|
|
Ketelitian Posisi:
|
2.5-m
CE90% (tidak memperhitungkan distorsi topografi)
|
|
Petak Lebar:
|
2-km
pada nadir
|
|
Arsip Tanggal:
|
Akhir
2008 sampai sekarang
|
|
Stereo Ketersediaan:
|
Arsip (tersedia) dan koleksi seperti baru
|
|
Orbital Ketinggian:
|
681 km
|
12.
Worldview-1

Pada tanggal 18 September 2007, Worldview-1 berhasil
diluncurkan ke orbit. Dengan resolusi 0,50 meter pankromatik, Worldview-1
adalah yang pertama dari sensor generasi kedua satelit digital yang sangat
lincah dan sangat akurat. Memiliki kemampuan untuk mengumpulkan lebih dari
6.600 kilometer persegi (atau 3.300 km persegi dalam mode stereo) dari citra di
single pass, Worldview-1 adalah solusi sempurna untuk klien-klien yang
memerlukan cakupan area yang luas dalam bingkai waktu yang singkat.
Spesifikasi Worldview-1
|
Spektral Bands:
|
Pankromatik
(Hitam dan Putih)
|
|
Resolusi:
|
0,50-m
Pankromatik
|
|
Kembali Waktu:
|
~
4.6 hari (tergantung pada garis lintang)
|
|
Ketelitian Posisi:
|
6.5-m
CE90% (tidak memperhitungkan distorsi topografi)
|
|
Petak Lebar:
|
17.6-km
pada nadir
|
|
Arsip Tanggal:
|
September
2007 Present
|
|
Stereo Ketersediaan:
|
Arsip (tersedia) dan koleksi seperti baru
|
|
Orbital Ketinggian:
|
496 km
|
13.
Worldview-2
Diluncurkan pada 6 Oktober 2009,
Worldview-2 adalah satelit resolusi tinggi yang paling berteknologi maju yang pernah
dioperasikan. Penawaran delapan tak tertandingi band data multispektral 1,84
meter ditambah 0,46 meter band pankromatik, Worldview-2 akan memperluas
kemungkinan data penginderaan jauh untuk studi vegetatif, penelitian batimetri,
klasifikasi diawasi dan tak terawasi, dan semua analisis spektral lainnya high-end
teknik. Worldview-2 tidak hanya menawarkan peningkatan informasi spektral, juga
memiliki industri keakuratan terkemuka, kelincahan dan kapasitas penyimpanan
data yang benar-benar menempatkan satelit ini menjadi sebuah kelas tersendiri.
Spesifikasi
Worldview-2

|
Spektral Bands:
|
8-band
Multispektral (pita biru, hijau, merah dan dekat-inframerah standar; tepi
merah ditambah, pesisir, kuning dan dekat-IR2) & Pankromatik (hitam dan
putih)
|
|
Resolusi:
|
Dikumpulkan
pada Pankromatik 0,46-m & Multispektral 1.84-m; dijual di Pankromatik
0,5-m & 2.0-m Multispektral karena peraturan pemerintah AS
|
|
Kembali Waktu:
|
3,7 hari (tergantung pada garis lintang)
|
|
Ketelitian Posisi:
|
CE90-12.2
m, dengan kinerja yang diperkirakan pada kisaran 4,6 sampai 10,7% CE90-m
(tidak memperhitungkan distorsi topografi)
|
|
Petak Lebar:
|
16.4-km pada nadir
|
|
Arsip Tanggal:
|
Mulai
tahun 2009 pertengahan Oktober
|
|
Stereo Ketersediaan:
|
Arsip
(tersedia) dan koleksi seperti baru
|
|
Orbital Ketinggian:
|
770-km
|
worldview-2 diluncurkan pada pertengahan bulan Oktober 2009
dengan masa kalibrasi yang diharapkan 4 bulan.
15.MOS (Marine
Observation Satellite)
![]() |
Bumi sumber daya Jepang pertama
satelit, juga dikenal dengan nama nasional Momo ("persik mekar"). 1A
dan 1B-MOS-, diluncurkan oleh NASDA (Badan
Pengembangan Antariksa Nasional), dipantau arus laut dan tingkat klorofil, suhu
permukaan laut, uap air atmosfer, curah hujan, dan vegetasi lahan, dan juga bertindak
sebagai relay data untuk platform permukaan sensor remote. 2.4 diukur × 1,5 m
dan diluncurkan dari Tanegashima.
|
kendaraan angkasa
|
tanggal peluncuran
|
peluncuran kendaraan
|
orbit
|
massa (kg)
|
|
MOS-1A
|
19 Februari 1987
|
N-2
|
907 × 909 km × 99,1 °
|
745
|
|
MOS-1B
|
7 Februari 1990
|
H-1
|
° 908 × 909 km × 99,1 °
|
740
|
16.Seasat
Tujuan Misi:
Seasat
adalah satelit pertama yang dirancang untuk penginderaan jauh dari bumi lautan
dengan aperture radar sintetik (SAR). Misi ini dirancang untuk menunjukkan
kelayakan pemantauan satelit global fenomena oseanografi dan untuk membantu
menentukan kebutuhan dari sebuah laut operasional sistem satelit penginderaan
jauh. Tujuan khusus adalah untuk
mengumpulkan data-angin permukaan laut, suhu permukaan laut, ketinggian
gelombang, gelombang internal, air atmosfer, es fitur laut dan topografi laut. Misi ini berakhir pada 10 Oktober 1978 karena
kegagalan daya listrik sistem kendaraan.
Meskipun hanya sekitar 42 jam real time data diterima, misi menunjukkan
feasiblity menggunakan sensor gelombang mikro untuk memantau kondisi laut, dan
meletakkan dasar bagi masa depan misi SAR. Perbedaan utama antara A dan
sebelumnya-satelit observasi Bumi Seasat adalah penggunaan sensor microwave
pasif dan aktif untuk mencapai-kemampuan segala cuaca.
Laser data
yang diperoleh oleh stasiun pelacakan hari (sebelum pembentukan ILRS) digunakan
oleh NASA GSFC dalam pembangunan model gravitasi Seasat disesuaikan PGS-S1 dan
PGS-S2 (terdiri dari 16.500 pengamatan).
Misi Instrumentasi:
Seasat
memiliki onboard instrumentasi berikut:
- Radar altimeter
- Scatterometer sistem
- Synthetic aperture radar
- Terlihat dan inframerah radiometer
- Pemindaian multi-channel microwave radiometer
- Retroreflektor array
Misi Parameter:
|
Parameter Misi Seasat
|
|
|
Sponsor:
|
NASA
|
|
Diharapkan
Life:
|
1-3
tahun (berhenti berfungsi pada tanggal 10 Oktober 1978)
|
|
Primer
Aplikasi:
|
topografi
laut
|
|
Primer
SLR Aplikasi:
|
kalibrasi
altimeter radar
|
|
COSPAR ID:
|
7806401
|
|
SIC
Kode:
|
|
|
NORAD
SSC Kode:
|
10967
|
|
Launch
Date:
|
28
Juni 1978
|
|
RRA
Diameter:
|
|
|
RRA
Bentuk:
|
|
|
Reflektor:
|
|
|
Orbit:
|
dekat
kutub
|
|
Kemiringan:
|
108
derajat
|
|
Eksentrisitas:
|
0.001
|
|
Perigee:
|
793
km
|
|
Periode:
|
100
menit
|
|
Berat:
|
2290 kg
|
Informasi Tambahan:
- Situs Web:
- Misi JPL Situs Web
- JPL
Misi dan Perpustakaan Wahana antariksa
- GSFC
- sebuah divisi dari Columbia Earth Institute di
Columbia University
Informasi

17.SATELIT ERS-1
Satelit
pertama dalam seri ini, ERS-1 diluncurkan pada tanggal 17 Juli 1991 dan ERS-2
pada tanggal 20 April 1995.. Satelit ini dirancang untuk mengumpulkan informasi
tentang, es laut bumi dan sumber daya lahan menggunakan berbagai sensor. Mengorbit
bumi selama sembilan tahun, lebih dari tiga kali seumur hidup yang
direncanakan, misi ERS-1 telah berakhir pada tanggal 10 Maret 2000 oleh
kegagalan dalam sistem kontrol sikap on-board.
Karakteristik satelit ERS-1
Geoscience
Australia memperoleh data dari salah satu instrumen di papan, Synthetic
Aperture Radar (SAR), yang beroperasi di C-band dari daerah gelombang mikro
dari spektrum elektromagnetik.
Selain
Synthetic Aperture Radar, ERS-1 dan ERS-2 melakukan instrumen lainnya:
- Altimeter Radar
- Radiometer Bersama-Track dan
Microwave Sounder
- Precise Range dan Range Rate
Tetap (fungsional hanya pada ERS-2)
- Scatterometer Angin
- Laser Retro-reflektor
18.Sensor Parameter - Synthetic
Aperture Radar (SAR)
SAR
adalah microwave sensor aktif yang mampu sumber daya pencitraan bumi tanpa
target waktu hari, kabut awan, atau asap menutupi suatu daerah.. Instrumen ini
diklasifikasikan "aktif" karena memancarkan energi yang diperlukan
untuk gambar permukaan bumi.
Sebaliknya,
'pasif' atau 'optik' sensor mengandalkan energi matahari tercermin pada gambar
bumi.
Karakteristik
ER SAR
|
Frekuensi
|
5.3 GHz
|
|
Bandwidth
|
15,55 MHz
|
|
Nama
Band
|
C Band
|
|
Panjang
gelombang
|
56mm
|
|
Insiden
Angle
|
23 deg (pertengahan petak)
|
|
Polarisasi
|
VV *
|
|
* V =
vertikal.
|
|
Generalised Aplikasi
|
Meteorologi
|
Hubungan timbal balik antara
fenomena oseanografi dan iklim dan pengaruhnya terhadap perubahan iklim
global
|
|
Geologi
|
Struktural pemetaan, studi
vulkanisme, studi erosi pantai
|
|
Pemantauan
Vegetasi
|
Vegetasi perubahan, pemantauan
tanaman
|
|
Hidrologi
|
Kelembaban tanah studi, permukaan
air tubuh morfologi, sejauh salju dan kondisi
|
|
Pemanfaatan
Lahan
|
Pemetaan, penilaian perubahan
|
|
Oseanografi
dan Glasiologi
|
Pemantauan lembaran es di kutub
dan es laut; pemantauan sirkulasi laut, arus dan pasang surut
|
Citra pankromatik
Ikonos 1 m dapat digunakan untuk memetakan daerah permukiman. Citra ini dapat
dimasukkan ke Sistem Informasi Geografis sebagai latar belakang bagi data
vektor.












Harrah's Cherokee Casino & Hotel - MapYRO
BalasHapusHARRAH'S 울산광역 출장안마 CHEROKEE CASINO & HOTEL in Cherokee, NC. See reviews, 충청남도 출장샵 photos & maps, and learn more 나주 출장마사지 about Harrah's 인천광역 출장마사지 Cherokee Casino & Hotel. Rating: 7.5/10 · 3 reviews 출장안마