Pendahuluan
Pokok bahasan ini merupakan konsep dasar dalam
mempelajari Budidaya Pakan Alami. Materi
pada bab ini menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan pakan alami, peranan serta
keunggulan pakan alami dalam menunjang pembenihan larva ikan maupun non ikan yang
dibudidayakan.
Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari materi pada bab ini, mahasiswa
diharapkan dapat menjelaskan peranan dan latar belakang
pentingnya pakan alami serta keunggulan pakan alami bagi budidaya perairan.
Indikator
Mahasiswa mampu:
- Menjelaskan pengertian pakan alami
- Menjelaskan peranan pakan alami dalam menunjang kegiatan
pembenihan organisme budidaya
- Menjelaskan keunggulan atau manfaat pakan alami dibandingkan pakan
buatan.
Pengertian Pakan
Alami
Istilah pakan merupakan istilah umum yang
dipergunakan untuk menyebut makanan yang dimanfaatkan atau dimakan oleh hewan
termasuk ikan. Dilihat dari nilai
gizinya, makanan adalah hasil pengolahan dan perbaikan nilai estetis
(keindahan) dan kelayakannya untuk disajikan dan dimakan. Oleh karena itu,
pengertian makanan lebih sering dikaitkan dengan hasil olahan bahan pangan yang
biasanya untuk dikonsumsi manusia. Sedangkan hasil olahan bahan pangan yang
cenderung untuk konsumsi hewan termasuk ikan dinamakan pakan.
Atas dasar asumsi di atas dapatlah diberikan
batasan pengertian pakan. Pakan adalah
makanan yang khusus dibuat atau diproduksi agar mudah dan tersedia untuk
dimakan dan dicerna dalam proses pencernaan organisme budidaya sehingga
menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk aktifitas hidup dimana
kelebihan energi yang dihasilkan tersebut akan disimpan dalam bentuk jaringan
dan daging sehingga pertumbuhan ikan akan terjamin.
Dalam kegiatan budidaya terdapat 2 (dua) golongan
pakan ikan yaitu pakan ikan alami dan pakan ikan buatan. Pakan ikan alami
merupakan makanan ikan yang tumbuh di alam tanpa campur tangan manusia secara
langsung. Pakan ikan buatan merupakan
pakan ikan yang dibuat dari campuran bahan-bahan alami dan atau bahan olahan
yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu
sehingga merangsang ikan untuk memakannya. Istilah lain untuk pakan ikan buatan
adalah konsentrat, namun istilah ini lebih banyak merujuk pada pakan unggas.
Adapun yang dimaksud dengan budidaya pakan alami
adalah suatu rangkaian mekanisme operasional yang diterapkan dalam menghasilkan
pakan ikan alami secara massal sebagai output. Teknik dalam konsep ini mulai
dari langkah-langkah mempersiapkan wadah pemeliharaan yang sesuai dengan
kebutuhan produksi sampai pada teknik pemanenan serta pasca panen.
Budidaya pakan alami dapat dibagi atas 2 (dua)
kelompok besar yaitu:
- penyediaan
organisme pakan alami yang selektif untuk usaha pembenihan ikan dan non
ikan dan pembesaran moluska, serta
- penyediaan
pakan alami secara non selektif dengan cara pemupukan lahan dan perairan misalnya
penyediaan pakan alami dalam budidaya pembesaran ikan dan udang di tambak,
kolam dan keramba.
Peranan Pakan Alami dalam
Kegiatan Budidaya Perairan
Pakan merupakan salah satu faktor pembatas bagi
organisme yang dibudidayakan. Dalam kondisi budidaya (Gambar 1.1), fitoplankton
merupakan pakan pertama bagi larva berbagai organisme akuatik maupun sebagai
sumber pakan utama bagi berbagai tahap hidup moluska. Fitoplankton juga
merupakan pakan bagi berbagai jenis zooplankton
seperti rotifer, kopepoda dan artemia yang pada gilirannya digunakan sebagai
pakan pada tahap larva dan juvenil krustasea dan ikan.
Fitoplankton dalam kegiatan
pembenihan dapat berperan ganda (Gambar 1.2). Selain merupakan pakan alami dalam
budidaya larva, penambahan fitoplankton dalam media pemeliharaan larva juga
berfungsi sebagai penyangga kualitas air dan pakan zooplankton yang diberikan
pada wadah pemeliharaan larva. Dengan
adanya fitoplankton maka kualitas nutrisi zooplankton dapat dipertahankan.
Pada prinsipnya pakan alami
(fitoplankton dan zooplankton) dapat diperoleh dari hasil tangkapan dari alam
yang kemudian dikembangkan dan dibudidayakan di laboratorium. Namun bila
mengandalkan pakan alami dari alam saja maka ketersediaan pakan akan menjadi
sangat tidak menentu sehingga jaminan ketersediaan pakan juga akan ikut
terganggu karena tergantung dari kondisi alam.
Untuk itu, maka budidaya pakan alami sangatlah
diperlukan karena adanya kepastian ketersediaan pakan bagi kebutuhan
pemeliharaan organisme budidaya. Selain
itu dengan menggunakan teknologi budidaya maka kontrol terhadap berbagai faktor
termasuk faktor wadah pemeliharaan serta penyakit yang dapat mengakibatkan
tingginya mortalitas pada larva akan dapat ditekan sekecil mungkin yang pada
akhirnya mengakibatkan ketersediaan benih juga akan terjamin.

Gambar 1.1 Peranan fitoplankton
pada rantai makanan (Brown et al.,
1989)

Gambar
1.2 Peranan pakan alami dalam pembenihan ikan dan
non-ikan (Isnansetyo dan Kurniatuty,
1995).
Beberapa species fitoplankton telah berhasil
dibudidayakan secara massal dan telah digunakan sebagai pakan alami pada
budidaya perairan, antara lain: Pavlova
lutheri, Chaetoceros calcitrans, Isochrysis galbana, T-ISO. Dari kelompok
zooplankton, Artemia salina, rotifera
Brachionus plicatilis, Moina sp dan Daphnia sp.
Keunggulan Pakan Alami
Pakan alami memiliki beberapa keunggulan
dibandingkan pakan buatan yaitu:
·
Ukuran pakan alami yang relatif kecil.
·
Zooplankton memiliki enzim-enzim yang berkontribusi terhadap kemampuan
pencernaan larva karena merangsang peningkatan produksi enzim pada lambung
ikan. Asam amino bebas pada zooplankton
mudah dicerna dan membentuk protein pada larva.
Level asam-asam amino bebas bervariasi tergantung tipe zooplankton.
·
Nilai nutrisi plankton yang tinggi yaitu sumber protein, lemak,
karbohidrat, vitamin dan mineral bagi pemangsanya.
·
Gerakan organisme pakan alami dapat merangsang ikan untuk memangsanya.
·
Organisme pakan alami tersebut harus memiliki daya apung sehingga dapat
melayang-layang dalam kolom air sehingga baik bagi sebagian besar larva ikan
terutama larva ikan laut yang bersifat planktonis.
·
Beberapa jenis fitoplankton diketahui dapat menyerap beberapa senyawa
yang bersifat racun bagi larva, serta dapat meningkatkan kandungan oksigen
terlarut dan mengendalikan CO2 karena aktifitas fotosintesa.
·
Pakan alami terutama zooplankton seperti rotifera dapat digunakan
sebagai pembawa (carrier) beberapa nutrisi esensial seperti asam lemak, pigmen,
antibiotik dan hormon, karena nutrisi
pada organisme pakan alami tidak larut dalam air. Dengan sifat ini memungkinkan
dilakukan peningkatan kualitas nutrisi jasad pakan.
·
Fitoplankton dewasa ini juga dibudidayakan secara massal untuk dipanen
dan diproses guna mendapatkan produk-produk kimia yang terkandung di dalamnya
seperti β,β-carotin dan glyserol.
Pakan buatan belum sukses untuk menghasilkan
atribut-atribut seperti yang dimiliki oleh organisme pakan alami seperti yang
diuraikan di atas. Lambung larva yang
masih sederhana belum mampu secara efisien mencerna pakan buatan sehingga dapat
mengakibatkan pertumbuhan yang rendah serta kegagalan dalam berkembangnya
lambung secara normal.
Di lain pihak, ada beberapa kendala yang ditemui
dalam penggunaan pakan alami dalam budidaya pakan alami, seperti:
·
Budidaya pakan alami kopepoda secara massal masih sulit dilakukan dibandingkan
dengan budidaya fitoplankton dan zooplankton lain seperti artemia dan rotifera.
·
Pakan alami tidak dapat disimpan di gudang seperti halnya pakan buatan,
karena masa simpannya tidak tahan lama. Kalaupun dapat disimpan harus
menggunakan peralatan khusus.
·
Memerlukan biaya yang relatif tidak murah
![]() |
|
![]() |
DAFTAR PUSTAKA
Isnansetyo,
A. dan Kurniastuty, 1995. Teknik kultur
fitoplankton dan zooplankton; pakan alami untuk pembenihan organisme laut. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Hal
Lavens, P. and P. Sorgeloos, 1996. Manual on the Production and Use of Live Food
for Aquaculture. Laboratory of Aquaculture and Artemia Reference
Center, University of Ghent, Ghent, Belgium.
Pillay, T.V.R., 2001. Aquaculture; principles and practices.
Fishing News Book. 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar