Selasa, 25 November 2014

MATERI 1 PAKAN ALAMI DALAM BUDIDAYA PERAIRAN

Pendahuluan
Pokok bahasan ini merupakan konsep dasar dalam mempelajari Budidaya Pakan Alami.  Materi pada bab ini menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan pakan alami, peranan serta keunggulan pakan alami dalam menunjang pembenihan larva ikan maupun non ikan yang dibudidayakan.

Kompetensi Dasar

Indikator
Mahasiswa mampu:
  1. Menjelaskan pengertian pakan alami
  2. Menjelaskan peranan pakan alami dalam menunjang kegiatan pembenihan organisme budidaya
  3. Menjelaskan keunggulan atau manfaat pakan alami dibandingkan pakan buatan.





Pengertian Pakan Alami
Istilah pakan merupakan istilah umum yang dipergunakan untuk menyebut makanan yang dimanfaatkan atau dimakan oleh hewan termasuk ikan.  Dilihat dari nilai gizinya, makanan adalah hasil pengolahan dan perbaikan nilai estetis (keindahan) dan kelayakannya untuk disajikan dan dimakan. Oleh karena itu, pengertian makanan lebih sering dikaitkan dengan hasil olahan bahan pangan yang biasanya untuk dikonsumsi manusia. Sedangkan hasil olahan bahan pangan yang cenderung untuk konsumsi hewan termasuk ikan dinamakan pakan.

Atas dasar asumsi di atas dapatlah diberikan batasan pengertian pakan.  Pakan adalah makanan yang khusus dibuat atau diproduksi agar mudah dan tersedia untuk dimakan dan dicerna dalam proses pencernaan organisme budidaya sehingga menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk aktifitas hidup dimana kelebihan energi yang dihasilkan tersebut akan disimpan dalam bentuk jaringan dan daging sehingga pertumbuhan ikan akan terjamin.

Dalam kegiatan budidaya terdapat 2 (dua) golongan pakan ikan yaitu pakan ikan alami dan pakan ikan buatan. Pakan ikan alami merupakan makanan ikan yang tumbuh di alam tanpa campur tangan manusia secara langsung.  Pakan ikan buatan merupakan pakan ikan yang dibuat dari campuran bahan-bahan alami dan atau bahan olahan yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga merangsang ikan untuk memakannya. Istilah lain untuk pakan ikan buatan adalah konsentrat, namun istilah ini lebih banyak merujuk pada pakan unggas.

Adapun yang dimaksud dengan budidaya pakan alami adalah suatu rangkaian mekanisme operasional yang diterapkan dalam menghasilkan pakan ikan alami secara massal sebagai output. Teknik dalam konsep ini mulai dari langkah-langkah mempersiapkan wadah pemeliharaan yang sesuai dengan kebutuhan produksi sampai pada teknik pemanenan serta pasca panen. 
Budidaya pakan alami dapat dibagi atas 2 (dua) kelompok besar yaitu:
  • penyediaan organisme pakan alami yang selektif untuk usaha pembenihan ikan dan non ikan dan pembesaran moluska, serta
  • penyediaan pakan alami secara non selektif dengan cara pemupukan lahan dan perairan misalnya penyediaan pakan alami dalam budidaya pembesaran ikan dan udang di tambak, kolam dan keramba.

Peranan Pakan Alami dalam Kegiatan Budidaya Perairan
Pakan merupakan salah satu faktor pembatas bagi organisme yang dibudidayakan. Dalam kondisi budidaya (Gambar 1.1), fitoplankton merupakan pakan pertama bagi larva berbagai organisme akuatik maupun sebagai sumber pakan utama bagi berbagai tahap hidup moluska. Fitoplankton juga merupakan pakan bagi  berbagai jenis zooplankton seperti rotifer, kopepoda dan artemia yang pada gilirannya digunakan sebagai pakan pada tahap larva dan juvenil krustasea dan ikan. 

Fitoplankton dalam kegiatan pembenihan dapat berperan ganda (Gambar 1.2). Selain merupakan pakan alami dalam budidaya larva, penambahan fitoplankton dalam media pemeliharaan larva juga berfungsi sebagai penyangga kualitas air dan pakan zooplankton yang diberikan pada wadah pemeliharaan larva.  Dengan adanya fitoplankton maka kualitas nutrisi zooplankton dapat dipertahankan. 

Pada prinsipnya pakan alami (fitoplankton dan zooplankton) dapat diperoleh dari hasil tangkapan dari alam yang kemudian dikembangkan dan dibudidayakan di laboratorium. Namun bila mengandalkan pakan alami dari alam saja maka ketersediaan pakan akan menjadi sangat tidak menentu sehingga jaminan ketersediaan pakan juga akan ikut terganggu karena tergantung dari kondisi alam. 

Untuk itu, maka budidaya pakan alami sangatlah diperlukan karena adanya kepastian ketersediaan pakan bagi kebutuhan pemeliharaan organisme budidaya.  Selain itu dengan menggunakan teknologi budidaya maka kontrol terhadap berbagai faktor termasuk faktor wadah pemeliharaan serta penyakit yang dapat mengakibatkan tingginya mortalitas pada larva akan dapat ditekan sekecil mungkin yang pada akhirnya mengakibatkan ketersediaan benih juga akan terjamin. 

Gambar 1.1  Peranan fitoplankton pada rantai makanan (Brown et al., 1989)
Gambar 1.2  Peranan  pakan alami dalam pembenihan ikan dan non-ikan (Isnansetyo   dan Kurniatuty, 1995).
Beberapa species fitoplankton telah berhasil dibudidayakan secara massal dan telah digunakan sebagai pakan alami pada budidaya perairan, antara lain: Pavlova lutheri, Chaetoceros calcitrans, Isochrysis galbana, T-ISO. Dari kelompok zooplankton, Artemia salina, rotifera Brachionus plicatilis, Moina sp dan Daphnia sp. 

Keunggulan Pakan Alami
Pakan alami memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pakan buatan yaitu:
·         Ukuran pakan alami yang relatif kecil.
·         Zooplankton memiliki enzim-enzim yang berkontribusi terhadap kemampuan pencernaan larva karena merangsang peningkatan produksi enzim pada lambung ikan.  Asam amino bebas pada zooplankton mudah dicerna dan membentuk protein pada larva.  Level asam-asam amino bebas bervariasi tergantung tipe zooplankton.
·         Nilai nutrisi plankton yang tinggi yaitu sumber protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral bagi pemangsanya.
·         Gerakan organisme pakan alami dapat merangsang ikan untuk memangsanya.
·         Organisme pakan alami tersebut harus memiliki daya apung sehingga dapat melayang-layang dalam kolom air sehingga baik bagi sebagian besar larva ikan terutama larva ikan laut yang bersifat planktonis.
·         Beberapa jenis fitoplankton diketahui dapat menyerap beberapa senyawa yang bersifat racun bagi larva, serta dapat meningkatkan kandungan oksigen terlarut dan mengendalikan CO2 karena aktifitas fotosintesa.
·         Pakan alami terutama zooplankton seperti rotifera dapat digunakan sebagai pembawa (carrier) beberapa nutrisi esensial seperti asam lemak, pigmen, antibiotik dan hormon,  karena nutrisi pada organisme pakan alami tidak larut dalam air. Dengan sifat ini memungkinkan dilakukan peningkatan kualitas nutrisi jasad pakan.
·         Fitoplankton dewasa ini juga dibudidayakan secara massal untuk dipanen dan diproses guna mendapatkan produk-produk kimia yang terkandung di dalamnya seperti β,β-carotin dan glyserol.
Pakan buatan belum sukses untuk menghasilkan atribut-atribut seperti yang dimiliki oleh organisme pakan alami seperti yang diuraikan di atas.  Lambung larva yang masih sederhana belum mampu secara efisien mencerna pakan buatan sehingga dapat mengakibatkan pertumbuhan yang rendah serta kegagalan dalam berkembangnya lambung secara normal.

Di lain pihak, ada beberapa kendala yang ditemui dalam penggunaan pakan alami dalam budidaya pakan alami, seperti:
·         Budidaya pakan alami kopepoda secara massal masih sulit dilakukan dibandingkan dengan budidaya fitoplankton dan zooplankton lain seperti artemia dan rotifera.
·         Pakan alami tidak dapat disimpan di gudang seperti halnya pakan buatan, karena masa simpannya tidak tahan lama. Kalaupun dapat disimpan harus menggunakan peralatan khusus.
·         Memerlukan biaya yang relatif tidak murah

Text Box: RANGKUMAN
• Pakan merupakan istilah umum yang dipergunakan untuk menyebut makanan yang dimanfaatkan atau dimakan oleh hewan termasuk ikan. 
• Dalam kegiatan budidaya perairan organisme pakan alami berfungsi ganda yaitu sebagai sumber pakan maupun sebagai penyangga kualitas air.
• Dalam hal sebagai pakan larva, organisme pakan alami memiliki keunggulan dibandingkan pakan buatan karena ukurannya yang kecil, bernutrisi tinggi, memiliki enzim yang berkontribusi terhadap kemampuan pencernaan larva, serta dapat digunakan untuk meningkatkan nilai nutrisi organisme konsumer yang dibudidayakan.
Text Box: EVALUASI
1. Jelaskan pengertian pakan alami serta sebutkan contoh species yang termasuk dalam pakan alami
2. Jelaskan peranan pakan alami dalam pembenihan ikan dan non ikan.
3. Jelaskan keunggulan pakan alami dibandingkan pakan buatan.
 

























DAFTAR PUSTAKA
Isnansetyo, A. dan Kurniastuty, 1995.  Teknik kultur fitoplankton dan zooplankton; pakan alami untuk pembenihan organisme laut.  Penerbit Kanisius, Yogyakarta.  Hal
Lavens, P. and P. Sorgeloos, 1996. Manual on the Production and Use of Live Food for Aquaculture.  Laboratory of Aquaculture and Artemia Reference Center, University of Ghent, Ghent, Belgium.
Pillay, T.V.R., 2001. Aquaculture; principles and practices. Fishing News Book.  Oxford.  Hal 106-120

Tidak ada komentar:

Posting Komentar